JAKARTA - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Hari Rabu mengatakan, Amerika Serikat menolak usulan rusia untuk menampung uranium yang diperkaya milik Iran sebagai solusi diplomatik konflik yang sedang berlangsung.
Peskov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengajukan proposal tersebut beberapa waktu lalu, menggambarkannya sebagai "solusi yang sangat baik" yang akhirnya ditolak oleh pihak Amerika, seperti melansir Anadolu dari India Today (16/4).
Ia menambahkan, Presiden Putin tetap bersedia untuk mempertimbangkan kembali gagasan tersebut jika negara-negara yang terlibat memintanya.
Pengambilan stok uranium yang diperkaya milik Iran adalah salah satu tuntutan utama Washington dalam negosiasi untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari secara permanen.
Sebagian besar material tersebut, diperkirakan sekitar 450 kilogram dan diperkaya hingga 60 persen, terkubur di bawah situs nuklir yang telah diserang selama serangan AS-Israel.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Iran akan menyerahkan stok tersebut secara sukarela atau AS akan mengambilnya dengan cara lain.
Dalam kesempatan tersebut Peskov juga menolak pembenaran perang tersebut, dengan mengatakan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak pernah menemukan bukti Iran sedang membangun senjata nuklir, dan tuduhan tersebut telah digunakan "sebagai dalih untuk agresi."
Ketika ditanya apakah Rusia memberikan intelijen militer atau dukungan logistik kepada Iran, Peskov membantah keterlibatannya.
BACA JUGA:
"Rusia tidak ikut serta dalam hal ini. Ini bukan perang kami," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Moskow memberikan bantuan militer kepada Tehran "dalam berbagai arah," tanpa menyebutkan apakah itu termasuk intelijen tentang pasukan AS.
Utusan AS Steve Witkoff sebelumnya mengatakan Presiden Vladimir Putin secara pribadi meyakinkan rekan sejawatnya dari AS, Donald Trump, Rusia tidak berbagi intelijen dengan Iran.