JAKARTA - Paus Leo XIV menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan nada tegas. Dalam penerbangan menuju Aljazair, Paus menegaskan dirinya bukan politikus dan tidak ingin masuk ke perdebatan politik dengan Trump. Mengutip Vatican News, Selasa, 14 April, Paus juga menyatakan akan terus berbicara keras menentang perang, sambil mendorong perdamaian dan dialog.
Pernyataan itu disampaikan Paus saat menjawab pertanyaan wartawan di dalam pesawat soal komentar Trump di Truth Social. “Saya tidak melihat peran saya sebagai seorang politikus. Saya bukan politikus, dan saya tidak ingin masuk ke dalam perdebatan dengannya,” kata Paus, seperti dikutip Vatican News.
Paus lalu menegaskan, pesan Injil tidak boleh disalahgunakan. Ia mengatakan akan tetap bersuara menentang perang, mendorong perdamaian, dialog, dan multilateralisme antarnegara untuk mencari jalan keluar dari berbagai persoalan. Menurut Paus Leo yang kelahiran Amerika Serikat ini, terlalu banyak orang menderita dan terlalu banyak nyawa tak berdosa hilang.
Kepada wartawan Amerika, Paus juga mengatakan ia tidak takut pada pemerintahan Trump ataupun untuk menyuarakan pesan Injil dengan lantang. “Kami bukan politikus,” ujarnya. Ia menambahkan, seruan untuk mengakhiri perang dan membangun rekonsiliasi ditujukan kepada semua pemimpin dunia, bukan hanya kepada Trump.
BACA JUGA:
Respons datang dari Amerika Serikat. Presiden Konferensi Waligereja Katolik Amerika Serikat, Uskup Agung Paul Coakley, mengaku sedih dengan ucapan Trump. Dalam pernyataannya, ia menegaskan Paus bukan rival politik presiden, melainkan pemimpin rohani Gereja yang berbicara dari kebenaran Injil.
Vatican News menulis, perdamaian memang menjadi benang merah lawatan apostolik Paus ke empat negara Afrika. Dalam penerbangan itu, Paus juga menyebut perjalanan tersebut istimewa karena menjadi yang pertama dalam masa kepausannya. Ia mengaku gembira bisa kembali ke tanah Santo Agustinus, yang disebutnya penting sebagai jembatan dialog antaragama.
Setibanya di Aljir, ibu kota Aljazair, Paus Leo XIV disambut Presiden Abdelmadjid Tebboune. Setelah upacara penyambutan singkat di bandara dan pertemuan tertutup dengan presiden, Paus melanjutkan agenda ke Maqam Echahid atau Monumen Para Syuhada.
Vatican News mencatat, pertanyaan wartawan kepada Paus muncul setelah Trump melontarkan pernyataan terhadap Paus di Truth Social. Polemiknya kemudian makin ramai ketika Trump juga menuai kecaman karena sempat mengunggah gambar AI bergaya figur Kristus.