Bagikan:

JAKARTA - China mulai menjajaki tenaga nuklir untuk memenuhi lonjakan kebutuhan listrik dari industri kecerdasan artifisial atau AI. Di tengah pertumbuhan penggunaan model AI dan pusat data, pasokan listrik yang besar dan stabil kini menjadi kebutuhan utama.

Dikutip dari China Daily, Kamis, 9 April, dorongan itu muncul seiring menguatnya apa yang disebut sebagai ekonomi token, yakni aktivitas AI yang bertumpu pada pemrosesan token atau satuan data dasar dalam model bahasa besar.

Ketua CNNC Hainan Nuclear Power Co Wei Zhigang mengatakan AI telah memicu permintaan komputasi global dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut Wei Zhigang, kendala paling besar sekarang adalah kebutuhan listrik dalam jumlah besar dan pasokan yang stabil.

Wei menyebut perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Google juga sedang menjajaki penggunaan reaktor modular kecil atau small modular reactor (SMR) untuk memasok listrik ke pusat data AI. SMR adalah reaktor nuklir berukuran lebih kecil dan lebih ringkas dibanding reaktor konvensional.

Proyek Linglong One, yang disebut sebagai SMR komersial darat pertama di dunia, kini mendekati penyelesaian. China Daily melaporkan, sekitar 90 persen pemasangan telah selesai dan peralatan inti sedang menjalani penyesuaian. Reaktor itu ditargetkan mulai beroperasi secara komersial tahun ini.

Wei Zhigang mengatakan salah satu keunggulan SMR adalah penempatannya lebih fleksibel. Reaktor ini bisa dibangun lebih dekat ke lokasi yang membutuhkan listrik besar, termasuk pusat komputasi.

CNNC juga sedang menjajaki pembangunan kawasan industri nol karbon bertenaga nuklir di Kabupaten Otonom Changjiang Li, Provinsi Hainan. Kawasan ini disiapkan sebagai zona percontohan gabungan energi nuklir dan komputasi.

Jika rampung, Linglong One diperkirakan menghasilkan 1 miliar kilowatt-jam listrik per tahun. Jumlah itu cukup untuk memasok 526.000 rumah tangga dan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 880.000 ton, setara dengan menanam 7,5 juta pohon.

Linglong One juga disebut sebagai SMR komersial darat pertama yang lolos kajian keselamatan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Wei Zhigang menyamakan pengembangan reaktor ini dengan perubahan dari komputer desktop ke laptop. Lebih ringkas, praktis, dan aman.

China Daily juga melaporkan lebih dari 1.000 pengunjung dari hampir 90 negara dan wilayah telah datang ke Hainan untuk meninjau reaktor itu, termasuk Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi. Ia sebelumnya mengatakan tenaga nuklir berpeluang menjadi mitra energi bagi revolusi AI.

Di saat yang sama, penggunaan model AI China terus naik. Data OpenRouter menunjukkan, dari 30 Maret hingga Minggu, penggunaan mingguan global model AI China mencapai 12,96 triliun token, naik 31,5 persen. Model AI buatan Amerika Serikat tercatat 3,03 triliun token, naik 0,76 persen. Pemerintah China juga memasukkan sinergi komputasi dan listrik sebagai prioritas nasional dalam Laporan Kerja Pemerintah 2026.