Bagikan:

JAKARTA — Jerman menyerukan kepada Israel untuk membatasi operasi militernya di Lebanon hanya pada hal-hal yang diperlukan untuk membela diri dan bertindak sesuai dengan hukum internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Martin Giese, mengatakan Menteri Luar Negeri Johann Wadephul menyampaikan pesan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar.

"Dalam percakapannya dengan Menteri Luar Negeri Israel, Wadephul meminta Israel membatasi diri pada hal-hal yang diperlukan untuk membela diri terhadap Hizbullah dan tidak melampaui itu," kata Giese dilansir ANTARA dari Anadolu, Rabu, 8 April.

Giese menegaskan kembali Berlin mengharapkan Israel menggunakan haknya hanya untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional.

Israel melancarkan serangan besar-besaran di Lebanon selatan bulan lalu setelah serangan roket baru oleh Hizbullah.

Otoritas Lebanon melaporkan 1.530 orang tewas dan 4.812 terluka dalam serangan Israel, dengan lebih dari 1 juta orang lainnya mengungsi.

Pertempuran tersebut telah menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan pendudukan baru Israel di Lebanon selatan hingga Sungai Litani.

Meskipun Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu mengumumkan Amerika Serikat, Iran, dan sekutu mereka telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan “di semua wilayah, termasuk Lebanon dan lainnya,” Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian membantah klaim tersebut.

Ia menegaskan gencatan senjata dua pekan itu “tidak mencakup Lebanon.”

Sementara itu, militer Lebanon memperingatkan warga agar tidak kembali ke wilayah selatan di tengah laporan gencatan senjata, karena mereka berisiko terpapar serangan Israel yang masih berlangsung.