JAKARTA - Irak dan Suriah membuka kembali wilayah udaranya untuk penerbangan domestik maupun internasional menyusul terjadinya kesepakatan gencatan senjata AS-Iran selama dua pekan yang dimediasi Pakistan
Anadolu melaporkan Otoritas Penerbangan Sipil Irak mengumumkan membuka kembali wilayah udaranya mulai hari ini Rabu 8 April, setelah pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran.
Beroperasinya kembali wilayah udara Irak untuk maskapai setelah ditutup selama beberapa minggu sebagai upaya pencegahan di tengah meningkatnya konflik regional dan peringatakan para pejabat akan risiko keamanan penerbangan sipil.

Menurut Al Jazeera, pembukaan kembali seluruh wilayah udara Suriah yang sebelumnya ditutup akibat perang AS-Israel terhadap Iran diumumkan Otoritas Umum Penerbangan Sipil dan Transportasi Udara Suriah.
Seiring pembukaan wilayah udara Suriah dimulai Rabu 8 April, operasional Bandara Internasional Damaskus juga kembali berjalan normal.
Memanasnya Timur Tengah sejak AS-Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk lain yang menampung aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.