TERNATE - Mabes Polri berencana menurunkan tim khusus untuk mempercepat penyidikan kasus pembunuhan di Halmahera Tengah, Maluku Utara yang berujung kerusuhan antarwarga. Langkah ini diambil untuk memastikan fakta di lapangan terungkap secara menyeluruh dan akurat.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, menegaskan insiden tersebut bukanlah konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan diduga dipicu provokasi dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“Kami tekankan, kejadian ini tidak terkait SARA. Ada indikasi provokasi dan informasi yang belum tentu benar,” ujar Waris dilansir dari Antara, Selasa 7 April.
Penyidik kini menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan korban selamat yang menjadi saksi kunci. Kapolda menilai keterangan mereka sangat penting untuk memahami kronologi dan motif kejadian.
Selain itu, Waris mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya kabar yang belum jelas kebenarannya. “Jangan sampai isu yang tidak pasti memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman,” tegasnya.
BACA JUGA:
Hingga kini, aparat belum menemukan bukti yang mengaitkan kelompok masyarakat tertentu dalam peristiwa ini. Polisi juga terus memantau indikasi provokasi yang bisa memicu ketegangan.
Kapolda menegaskan pihak yang mencoba memecah belah atau memperkeruh situasi akan ditindak tegas sesuai hukum. Sementara itu, pengiriman tim Mabes Polri diharapkan mempercepat proses penyidikan dan memastikan kondisi keamanan tetap kondusif.