JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi telah melakukan sejumlah persiapan menyambut musim haji 2026 dengan menyusun operasional dan indikator kesiapan, serta peningkatan koordinasi.
Di tengah perang AS-Israel terhadap Iran, mengutip media Arab, Aawsat, Komite Haji dan Umrah tetap yang dipimpin Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz bersama Pangeran Khalid bin Faisal bin Abdulaziz menggelar pertemuan pada Rabu 1 April waktu setempat.
Keduanya membahas sejumlah skenario untuk memastikan kesiapan penuh Saudi menyelenggarakan musim haji tahun 2026.
Pertemuan itu juga berbicara tentang perkembangan peningkatan kompleks terminal Haji dan Umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz dengan proyek fase pertama dan kedua yang telah selesai.

Pertemuan berbeda berlangsung di Madinah antara Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz dengan Komite Haji dan Umrah regional yang diwakilkan Pangeran Saud bin Nahar bin Saud bin Abdulaziz. Keduanya membahas persiapan Pemerintah Arab Saudi untuk musim haji sebelum Iduladha pada 27 Mei 2026.
Dalam perbincangannya, Pangeran Salman awalnya mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan ibadah selama bulan Ramadan 2026 di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah berkat kesiapan yang terkoordinasi sehingga jemaah melaksanakan ibadah dalam keadaan tenang dan aman.
Ia kemudian menyinggung Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz yang menyerukan peningkatan layanan dan memastikan keamanan saat musim haji 2026 yang berpotensi berlangsung di tengah perang berkecamuk di Timur Tengah.
Pangeran Salman juga menekankan perlunya perencanaan proaktif dan kesiapan penuh seluruh pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, badan layanan dan sukarelawan untuk memperkuat fasilitas dan layanan jemaah haji 2026.
Pertemuan di Madinah ini mengeluarkan rekomendasi untuk mendukung entitas terkait layanan jemaah di Masjid Nabawi selama musim haji 2026.
Pangeran Salman juga menerima pengarahan dari Menteri Haji dan Umrah Tawfiq al-Rabiah, didampingi oleh CEO Program Pengalaman Jemaah Haji Mohammed Ismail, mengenai dasbor digital yang dirancang untuk memantau kesiapan proyek-proyek Haji dan meningkatkan koordinasi.
Al-Rabiah mengatakan platform tersebut memungkinkan pemantauan berkelanjutan melalui pembaruan harian, termasuk rencana kesiapan dan indikator kinerja, kemajuan proyek di tempat-tempat suci, penyelarasan rencana operasional, dan integrasi dengan basis data pusat.