Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menegaskan fokus Pemerintahan Donald Trump dalam perang terhadap Iran adalah mencapai tujuan operasi militer.

"Mencapai tujuan [operasi militer]," kata Rubio kepada Al Jazeera, Senin 30 Maret.

"Dan itulah yang terus kami upayakan," sambungnya.

Di tengah rasa optimis Rubio, Pemerintahan Trump dianggap memiliki tujuan perang yang berubah-ubah dalam melancarkan serangan ke Iran berujung ketidakpastian motif dan strategi keluar konflik.

Diawali ketika Trump mengumumkan serangan udara besar-besaran AS-Israel terhadap Iran dalam sebuah video berdurasi delapan menit yang diunggah ke media sosial Truth Social pada 28 Februari 2026.

Dalam video itu, Trump mengatakan telah meluncurkan operasi militer 'Operation Epic Fury' bersama Israel menyerang Iran dengan fokus awal pada pertahanan dan pembatasan kemampuan militer Iran.

"Kita akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah. Industri itu akan benar-benar musnah lagi," kata Trump dalam video.

Dampak serangan Israel-AS ke Iran menargetkan Stasiun televisi Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) di Teheran, pada Minggu 1 Maret. (WIkimedia Commons-Avash Media)

Setelah bom pertama menghantam Teheran, Trump sudah membingkai konflik tersebut dengan mengatakan kepada Washington Post pada 28 Februari melalui telepon bahwa tujuan melancarkan perang adalah "kebebasan" bagi rakyat Iran.

Dalam waktu singkat, narasi berubah lagi, Trump kemudian mengisyaratkan ketidakpuasan terhadap rezim Iran dan menuntut Iran menyerah atau menghadapi kematian.

Di tengah serangan, Trump terkadang mengeklaim mendekati kesepakatan dan menginginkan solusi damai dengan Iran.

Trump juga sempat memicu kontroversi dengan keinginan sepihak untuk "mengambil alih" fasilitas energi Iran sehingga melakukan serangan berdampak pada masuknya Selat Hormuz menjadi zona perang.

Inkonsisten tujuan perang Pemerintah Trump juga dianggap menciptakan ketidakjelasan kebijakan militer, di mana Trump mengklaim kemenangan cepat sementara operasi militer terus berlanjut.