Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Israel dikabarkan sedang mengusulkan agar Amerika Serikat (AS) membangun pangkalan militernya di seluruh kawasan zionis.

Media pro-Israel, Channel 12 melaporkan usul Pemerintah Israel itu mengingat pangkalan militer AS di Timur Tengah hancur terkena serangan balasan Iran.

Menurut media tersebut, pangkalan militer AS di seluruh Israel untuk membangun kehadiran baru di tengah "tantangan keamanan yang berkelanjutan".

Adapun pangkalan militer AS di Timur Tengah berada di negara-negara mayoritas Muslim, seperti di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Irak, Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania.

Setelah AS-Israel melakukan serangan besar-besaran ke Teheran dimulai sejak 28 Februari 2026, Iran membalasnya dengan menembakkan rudal dan drone ke aset-aset militer AS di Timur Tengah dengan tujuan mengeliminasi jaringan radar dan sistem logistik militer AS.

Pangkalan AS di Timur Tengah diketahui kerap menjadi pondasi dalam serangan terhadap Iran.

Terkini, Iran membobardir pangkalan militer AS di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, sebagai balasan atas serangan AS-Israel terhadap infrastruktur industri sipil Iran.

Dalam serangan akhir pekan kemarin itu, beredar foto pesawat pengintai E-3 AWACS terbelah menjadi dua bagian akibat rudal Iran.

Pesawat E-3 AWACS berfungsi sebagai pusat komando terbang yang dapat mendeteksi pesawat, rudal dan drone dari jarak jauh.

Satu unitnya ditaksir berharga hingga 600 juta dolar AS.