JAKARTA - Filipina menambah pasokan minyak mentah di tengah upaya menjaga ketahanan energi dalam negeri. Philippine News Agency (PNA) yang dikutip Jumat, 27 Maret melaporkan, pemerintah Filipina juga mulai menyiapkan tambahan pasokan gas dari temuan baru di lepas pantai Palawan untuk memperkuat suplai energi dan menekan biaya listrik.
Menteri Energi Filipina Sharon Garin mengatakan pengiriman minyak terbaru dari Jepang mencapai sekitar 144.000 barel. Selain itu, ada tambahan 850.000 barel yang dijadwalkan datang dari beberapa negara dalam beberapa pekan ke depan.
Menurut PNA, pasokan itu diamankan setelah pemerintah Filipina berunding sejak awal Maret dengan sejumlah negara penghasil minyak, termasuk Malaysia dan Indonesia. Manila juga masih membuka pembicaraan dengan India, Argentina, Kolombia, dan Kanada untuk memperluas sumber pasokan bahan bakar.
Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan bahan bakar di dalam negeri tetap stabil. Filipina tampak ingin mengurangi ketergantungan pada sumber pasokan yang terbatas, di saat pasar energi global masih mudah berubah.
BACA JUGA:
Selain menambah pasokan minyak, pemerintah Filipina juga menaruh perhatian pada temuan gas alam baru di sumur Camago-3 di lepas pantai Palawan. Sumur itu merupakan bagian dari Kontrak Jasa No. 38 yang dikelola Prime Energy.
Garin mengatakan tambahan produksi dari Camago-3 diharapkan bisa memperkuat pasokan energi domestik dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar impor. Menurut dia, tambahan gas alam itu juga dapat membantu menurunkan harga listrik.
PNA juga melaporkan, Prime Energy menargetkan produksi gas pertama dari proyek Malampaya Fase 4 mulai mengalir pada kuartal terakhir tahun ini. Perusahaan menyebut sumur Camago-3 mampu menghasilkan hingga 60 juta kaki kubik standar gas per hari.
Prime Energy menyebut rampungnya Camago-3 sebagai langkah penting untuk menambah pasokan gas domestik Filipina.