JAKARTA – Filipina menambah cadangan energi di tengah konflik Timur Tengah yang belum mereda. Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. mengatakan cadangan pasokan bahan bakar negaranya kini mencapai 51 hari setelah pemerintah mempercepat pengamanan stok minyak.
Seperti dilaporkan Philippine News Agency (PNA) dikutip 31 Maret, Marcos dalam pidato nasional pada Selasa mengatakan PNOC-EC atau Philippine National Oil Co. - Exploration Corp. telah memesan 1,04 juta barel solar. Dari jumlah itu, 142.000 barel sudah tiba pekan ini, sedangkan sisanya dijadwalkan masuk pada April.
Pemerintah Filipina juga menggelontorkan 20 miliar peso Filipina melalui Department of Budget and Management untuk pengadaan hingga dua juta barel minyak tambahan. Langkah itu dinilai bisa menambah bantalan pasokan selama 10 hari.
“Saat ini, kita memiliki pasokan 51 hari di dalam negeri,” kata Marcos.
Sebelumnya, Marcos juga memastikan pasokan minyak mentah Filipina masih cukup hingga 30 Juni.
BACA JUGA:
Untuk merespons darurat energi, pemerintah Filipina mengandalkan Executive Order 110 yang memberi kewenangan kepada Department of Energy, PNOC, dan PNOC-EC mempercepat pengadaan bahan bakar. Marcos juga menandatangani Republic Act 12316 yang membuka kemungkinan penangguhan sementara atau pengurangan cukai produk minyak bumi, bergantung pada penilaian Development Budget Coordination Committee.
Tekanan juga terjadi di sektor listrik. Marcos mengatakan Energy Regulatory Commission menangguhkan sementara Wholesale Electricity Spot Market sejak 26 Maret untuk menahan gejolak harga listrik.
Ia mengatakan langkah itu memungkinkan pemakaian sumber energi yang lebih murah, termasuk energi terbarukan, sekaligus memberi pemerintah ruang lebih besar mengendalikan harga di WESM.
Untuk jangka panjang, Marcos menyoroti sumur gas Camago-3 dalam proyek Malampaya. Sumur itu disebut mampu memproduksi hingga 60 juta kaki kubik gas per hari untuk membantu menjaga pasokan listrik dan menekan biaya energi.
Pemerintah Filipina juga menyiapkan bantalan sosial, mulai dari bantuan bahan bakar dan bantuan keuangan bagi pekerja transportasi, diskon tarif 50 persen di Metro Rail Transit 3 dan Light Rail Transit 2, hingga perluasan program angkutan gratis.
Selain itu, pemerintah memberi potongan tarif tol untuk kendaraan angkutan umum dan pengangkut pangan. Mulai 15 April, tarif terminal RORO untuk muatan pertanian juga dipatok 1 peso Filipina guna menekan ongkos logistik.