KOTA PEKALONGAN - Arus balik Lebaran di jalur pantura Kota Pekalongan mulai padat. Salah satu titik yang ramai didatangi pemudik adalah Masjid Al-Fairus, yang berada di jalur strategis dan menjadi tempat singgah favorit untuk beristirahat.
Di tengah lonjakan pemudik itu, Penyuluh Agama Islam Kota Pekalongan diterjunkan untuk membantu pelayanan di area masjid. Mereka mengatur arus kunjungan, membantu administrasi, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban.
Kepala Seksi Bimas Islam Kota Pekalongan Arifudin mengatakan, pihaknya mengerahkan 35 penyuluh agama yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).
“Sebanyak 35 penyuluh agama kami kerahkan untuk membantu para pemudik. Mereka bertugas hampir 24 jam secara bergiliran dalam tiga shift, yaitu pagi, siang, dan malam,” kata Arifudin dikutip dari laman resmi kemenag, Selasa, 24 Maret 2026.
BACA JUGA:
Menurut Arifudin, keberadaan penyuluh membantu pelayanan di lapangan berjalan lebih tertib. Selain melayani arus pemudik yang datang dan pergi, para petugas juga membantu pengisian data dan kebutuhan administrasi lain.
Masjid Al-Fairus disebut menjadi salah satu titik istirahat yang paling banyak didatangi pemudik saat arus balik. Setiap hari, sekitar 300 orang singgah di lokasi itu.
“Lokasi masjid yang strategis membuatnya ramai dikunjungi. Para penyuluh juga bersinergi dengan DKM untuk memastikan pelayanan berjalan optimal,” ujar Arifudin.
Di lokasi ini, pemudik tidak hanya mendapat tempat istirahat. Pengelola juga menyiapkan layanan cek kesehatan, cukur rambut, pijat, hingga servis kendaraan. Area istirahat yang luas dan toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan juga disediakan untuk menunjang kenyamanan.
Kasubdit Penyuluh Agama Islam Jamaludin Marky menilai keterlibatan penyuluh dalam pelayanan arus balik menunjukkan fungsi sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Peran penyuluh agama tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Keterlibatan mereka dalam pelayanan mudik ini menjadi wujud fungsi sosial keagamaan,” kata Jamaludin.
Ia berharap sinergi antara penyuluh agama, pengurus masjid, dan pihak lain terus diperkuat agar pelayanan kepada pemudik makin maksimal.