SIMALUNGUN – Masjid Raya Taqwa Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menyiapkan ruang laktasi, fasilitas difabel, hingga tempat istirahat bagi pemudik Lebaran 2026. Masjid di jalur lintas Sumatra itu menjadi salah satu titik singgah yang disiapkan dalam program Masjid Ramah Pemudik.
Program ini dijalankan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara bersama 281 masjid di seluruh provinsi. Di Simalungun, sedikitnya 15 masjid dilibatkan karena berada di jalur yang banyak dilalui pemudik.
Ketua BKM Masjid Raya Taqwa Parapat, Sumari, mengatakan posisi masjid yang berada di lintasan utama sekaligus kawasan wisata membuat kebutuhan layanan bagi pemudik tak bisa dianggap sepele. Karena itu, pengurus menyiapkan tempat ibadah, ruang istirahat, makan dan minum, pengisian daya ponsel, ruang khusus ibu menyusui, serta kamar mandi untuk penyandang disabilitas.
“Hal tersebut kami lakukan agar pemudik dapat beristirahat dengan nyaman, beribadah dengan nyaman, dan dapat melakukan perjalanan ke tempat tujuannya,” kata Sumari, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 18 Maret.
BACA JUGA:
Ia menilai program Masjid Ramah Pemudik mempertegas fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Simalungun, Abdul Wahab Nasution, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan 15 masjid untuk memastikan pelayanan berjalan baik selama arus mudik dan balik.
Sementara itu, pemudik asal Aceh, Yetnawati, mengaku terbantu dengan fasilitas di Masjid Raya Taqwa. Ia menyebut ruang istirahat yang nyaman dan kamar mandi yang bersih membuat perjalanan keluarganya lebih ringan.
Hal senada disampaikan Fira Pane. Ia mengetahui adanya layanan itu dari spanduk Masjid Ramah Pemudik dan langsung memanfaatkannya untuk beristirahat bersama keluarga. Menurut dia, fasilitas tersebut sangat membantu pemudik yang menempuh perjalanan jauh.