Bagikan:

SUBANG – Masjid Jami Nurul Huda di Jalur Pantura, Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu titik singgah favorit pemudik pada arus mudik Idulfitri 2026. Letaknya yang strategis di Jalan Raya Ciasem, buka 24 jam, dan ditopang puluhan UMKM membuat masjid ini ramai didatangi pemudik dari pagi hingga malam.

Masjid yang berdiri sejak 1967 itu berada di Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang. Ketua DKM Masjid Nurul Huda, Maman Suparman, mengatakan ramainya pemudik tidak lepas dari posisi masjid yang tepat di jalur utama Pantura dan fasilitas yang memadai untuk beristirahat.

“Setiap musim mudik, masjid ini selalu ramai. Pemudik datang silih berganti untuk beristirahat, beribadah, atau sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Maman Suparman, dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 18 Maret.

Menurut Maman, Masjid Nurul Huda menyediakan ruang istirahat yang nyaman. Di sekelilingnya juga ada sekitar 30 tenant UMKM yang memudahkan pemudik mencari makan dan minum tanpa harus pergi jauh.

“UMKM di sekitar masjid membantu pemudik. Mereka bisa makan, minum, dan beristirahat dengan mudah. Ini membuat masjid semakin ramai dan hidup,” katanya.

Maman menyebut, jumlah pemudik yang singgah bisa mencapai sekitar 100 orang per hari. Pengelolaan masjid sejauh ini dilakukan secara swadaya, dari donasi jemaah, pengelolaan parkir, hingga bantuan pribadi pengurus saat ada kebutuhan mendesak.

Namun di balik ramainya aktivitas itu, pengurus masih berharap perhatian lebih dari pemerintah, terutama untuk peningkatan kesejahteraan marbot dan penguatan SDM pengelola masjid.

Salah satu pemudik, Hana Sudjana (38), warga Cilegon, Banten, mengaku selalu mampir ke Masjid Nurul Huda saat mudik ke Indramayu lewat Pantura.

“Setiap mudik lewat Pantura, saya pasti mampir ke sini. Tempatnya nyaman dan fasilitasnya lengkap,” ujar Hana. Ia menilai keberadaan UMKM di sekitar masjid menjadi nilai tambah karena membuat kebutuhan pemudik lebih mudah terpenuhi.