Bagikan:

Jakarta - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tegaskan jika pemerintah tidak ingin mengubah batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menyikapi kenaikan harga minyak global akibat eskalasi di Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 Maret. Airlangga mengatakan, pemerintah akan terus menjaga defisit ABPN melalui efisiensi belanja operasional serta peningkatan penerimaan negara.

Dengan upaya tersebut, lanjut Airlangga, pemerintah menargetkan defisit tetap berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai amanat UU No. 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara.