Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dijaga pada level 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Meskipun sebelumnya sempat mengemukakan opsi pelebaran defisit dalam Sidang Kabinet, ia kini menegaskan bahwa batas tersebut tidak akan dilampaui.

Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Koordinasi Terbatas yang membahas perkembangan kondisi ekonomi, yang digelar di kantornya pada Senin, 17 Maret.

Airlangga menyebut bahwa arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto adalah mempertahankan defisit dalam kisaran 3 persen.

Untuk itu, ia mengatakan pemerintah akan menerapkan langkah-langkah efisiensi anggaran guna merespons dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran terhadap belanja negara.

"Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto menjaga defisit di 3 persen. Dalam kesempatan tersebut kita juga menyiapkan langkah optimalisasi dan efisiensi anggaran," ujarnya dalam unggahan Instagram resminya @airlanggahartarto_official, dikutip Selasa, 17 Maret.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk melonggarkan batas defisit APBN 2026.

"Pemerintah memilih fokus pada optimalisasi anggaran melalui efisiensi belanja kementerian dan lembaga (K/L)," tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi ketidakpastian global, termasuk kemungkinan dampak dari konflik geopolitik terhadap perekonomian nasional.

Airlangga menambahkan berbagai skenario fiskal juga tengah disusun sebagai langkah antisipasi jika konflik global berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.