Bagikan:

JAKARTA - DPR Filipina mulai menghitung dampak perang di Timur Tengah terhadap sektor pertanian mereka. Dalam rapat di Manila pada Selasa, parlemen meninjau kesiapan pemerintah menghadapi kemungkinan naiknya harga pupuk, bahan bakar, dan biaya produksi pangan.

Menurut Philippine News Agency (PNA) seperti dikutip Selasa, 17 Maret, rapat itu digelar Komite Pertanian dan Pangan DPR yang dipimpin anggota parlemen dari Distrik 1 Quezon, Mark Enverga. Yang dibahas adalah langkah cadangan pemerintah untuk membantu petani, menjaga pasokan pangan, dan menahan kenaikan harga hasil pertanian.

Enverga mengatakan situasinya tidak bisa dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, gejolak di Timur Tengah bisa langsung berdampak pada produksi pangan, harga, dan penghasilan jutaan warga Filipina.

Dalam rapat itu, anggota parlemen menyoroti kemungkinan terganggunya pasokan pupuk dunia, terutama jika jalur penting seperti Selat Hormuz ikut tersendat. Kekhawatirannya adalah kalau pupuk mahal atau sulit didapat, hasil pertanian bisa ikut turun.

PNA juga melaporkan, Wakil Menteri Pertanian Roger Navarro mengatakan ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sudah memengaruhi pasar energi dan perdagangan dunia. Menurut Roger, kenaikan harga minyak dan pupuk bisa mengganggu pasokan pertanian global dan berisiko memukul keterjangkauan maupun ketersediaan pangan di Filipina.

Pemerintah Filipina menyiapkan bantuan langsung dan subsidi bahan bakar. Asisten Menteri U-Nichols Manalo mengatakan bantuan akan mulai disalurkan pada Mei kepada sekitar 4,17 juta petani dan nelayan melalui program senilai 10 miliar peso Filipina dalam anggaran 2026. Setiap penerima diperkirakan mendapat sekitar 2.325 peso Filipina.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan subsidi 5.000 peso per petani dan 3.000 peso per nelayan untuk membantu menahan kenaikan biaya BBM. Menurut Manalo, kebutuhan bahan bakar untuk komoditas pertanian utama di Filipina sudah lebih dari 505 juta liter per tahun, setara lebih dari 41 miliar peso Filipina.