JAKARTA - Pemerintah Spanyol telah memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Israel, menurut lembaran resmi negara.
Langkah pada Hari Rabu ini terjadi karena Spanyol telah menjadi salah satu kritikus utama Uni Eropa terhadap perang genosida Israel di Gaza dan perang baru melawan Iran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
"Atas usulan Menteri Luar Negeri, Uni Eropa dan Kerja Sama, dan setelah pertimbangan oleh Dewan Menteri pada pertemuannya tanggal 10 Maret 2026, dengan ini saya memerintahkan pengakhiran penunjukan Ana María Sálomon Pérez sebagai Duta Besar Spanyol untuk Negara Israel," kata lembaran resmi tersebut, seperti melansir Al Jazeera(11/3).
Kedutaan besar Spanyol di Tel Aviv akan dipimpin oleh seorang kuasa usaha, kata sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri, menurut Reuters.
Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam hubungan diplomatik antara kedua negara, yang telah sangat tegang sejak Israel melancarkan serangannya ke Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Kedutaan Besar Israel di Spanyol juga dipimpin oleh seorang kuasa usaha, setelah negara tersebut memanggil duta besarnya Mei lalu sebagai protes atas keputusan Spanyol untuk mengakui Negara Palestina, dikutip dari Al Arabiya.
Diketahui, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, adalah salah satu dari sedikit pemimpin sayap kiri di Eropa yang mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran sebagai "tidak dapat dibenarkan" dan mengatakan bahwa posisi Madrid adalah "tidak untuk perang".
BACA JUGA:
Pemerintahan PM Sanchez juga merupakan salah satu dari sedikit negara Eropa yang secara konsisten mengutuk tindakan Israel di Gaza.
Pada Bulan Oktober, Parlemen Spanyol menyetujui pengesahan undang-undang embargo senjata total terhadap Israel, yang secara permanen melarang penjualan senjata, teknologi dwiguna, dan peralatan militer sebagai tanggapan terhadap genosida.