JAKARTA - Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Hari Selasa mengatakan proyek pembangunan permukiman baru di Tepi Barat yang didorong oleh Pemerintah Israel di sebelah timur Yerusalem adalah "kesalahan besar."
"Pemerintah Jerman mendesak agar langkah-langkah tersebut dihentikan," kata Kanselir Merz, mengklaim memajukan proyek yang disebut E1 akan "memperumit solusi dua negara," melansir Al Arabiya dari AFP (11/3).
Israel pada Bulan Agustus memberikan lampu hijau untuk E1, proyek pembangunan permukiman baru yang mencakup sekitar 12 kilometer persegi (4,6 mil persegi) di Tepi Barat yang diduduki.
Rencana tersebut telah dikutuk oleh beberapa pemimpin internasional, dengan juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan itu akan menimbulkan "ancaman eksistensial" bagi negara Palestina yang berdekatan.
Sebuah lembaga pengawas permukiman Israel pada Bulan Januari mengecam penerbitan tender oleh pemerintah untuk pembangunan sekitar 3.400 unit perumahan di daerah E1.
Kanselir Merz menggambarkan perkembangan tersebut sebagai "langkah-langkah aneksasi" dan menyerukan Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman.
"Sangat penting bagi kita, orang Eropa, untuk menyampaikan pesan ini bersama-sama," katanya.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul akan "menekankan hal ini" dalam kunjungannya ke Israel, kata Merz.
BACA JUGA:
Pada tahun 2025, perluasan permukiman Israel mencapai tingkat tertinggi setidaknya sejak tahun 2017, ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai melacak data tersebut, menurut sebuah laporan PBB.
Diketahui, Israel menyetujui 19 permukiman pada Bulan Desember, sebuah langkah yang menurut Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich bertujuan untuk mencegah pembentukan negara Palestina.