JAKARTA - Korea Utara mengecam serangan ilegal oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran, menghormati hak dan pilihan Tehran memilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Negeri Para Mullah.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah pada Hari Rabu mengutip juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang mengatakan, Pyongyang menghormati pilihan Iran untuk memilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi.
"Mengenai pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Pakar Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih Pemimpin Tertinggi mereka," lapor KCNA mengutip pernyataan juru bicara tersebut seperti dilansir dari Al Jazeera (11/3).
Diketahui, kawasan Timur Tengah memanas seiring dengan serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari, menewaskan warga sipil dan pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan melakukan serangan ke wilayah Israel dan sasaran fasilitas terkait aktivitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Setelah peluncuran perang AS-Israel terhadap Iran 12 hari yang lalu, Pyongyang mengutuk apa yang disebutnya sebagai "perilaku seperti gangster" di Timur Tengah.
"Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengutuk keras agresi Amerika Serikat dan Israel, yang dengan melancarkan serangan militer ilegal terhadap Iran, merusak fondasi perdamaian dan keamanan regional serta meningkatkan ketidakstabilan di kancah internasional," kata juru bicara tersebut.
BACA JUGA:
Juru bicara itu juga mengutuk serangan tersebut karena merusak "sistem politik dan integritas teritorial suatu negara," yang tidak dapat diterima dan "harus dikutuk dan ditolak oleh seluruh dunia."
Mojtaba yang merupakan putra mendiang Ali Khamenei terpilih sebagai penerus ayahnya dengan meraih 85 persen suara dalam pemilian di Majelis Pakar, menurut keterangan Kedutaan Besar Iran di Jakarta.