Bagikan:

JAKARTA - Tim pemadam kebakaran hutan dari Kementerian Kehutanan menghadapi tantangan tak biasa saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Di tengah operasi pemadaman, petugas bahkan sempat berhadapan dengan seekor Harimau Sumatera yang muncul di sekitar lokasi kebakaran.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kemenhut, Ferdian Krisnanto mengatakan, pihaknya telah mengerahkan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Manggala Agni untuk memadamkan karhutla di sejumlah wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Ia menjelaskan, kemunculan harimau tersebut terjadi di sekitar lokasi pemadaman di Desa Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan.

“Tadi malam di sekitar lokasi pemadaman di Pulau Muda ditemukan satu Harimau Sumatera. Kondisi ini tentunya menjadi kewaspadaan dari semua anggota untuk menjaga keselamatan selama bekerja. SOP keselamatan kerja harus dijalankan dengan disiplin,” kata Ferdian dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Antara, Rabu, 11 Maret.

Menurut Ferdian, para petugas di lapangan saat ini juga menghadapi tantangan lain, mulai dari cuaca yang sangat panas hingga kondisi fisik personel yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Untuk memastikan keselamatan petugas sekaligus perlindungan satwa liar, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau guna menangani keberadaan harimau tersebut.

Hingga Selasa (10/3), tim Manggala Agni bersama berbagai pihak terus berjibaku mengendalikan api agar tidak meluas. Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, hingga Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau.

Di Kabupaten Kampar, karhutla dilaporkan terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Sementara di Kabupaten Bengkalis, api muncul di Desa Sukarjo Mesim dan Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, serta Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana.

Titik kebakaran juga ditemukan di Desa Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir. Sementara di Kabupaten Pelalawan, api melanda Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.

Adapun di Provinsi Kepulauan Riau, karhutla terjadi di Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Riau pada periode Januari–Februari 2026 mencapai sekitar 4.400 hektare, dengan sekitar 94 persen berada di lahan gambut.

Dua wilayah dengan kebakaran terluas tercatat berada di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis. Sementara itu, luas karhutla di Kepulauan Riau tercatat mencapai sekitar 1.162,52 hektare.

“Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis saat ini menjadi fokus kami untuk pemadaman dan pencegahan. Seluruh tim di lapangan terus bekerja secara intensif untuk mengendalikan situasi serta mencegah potensi perluasan karhutla,” ujar Ferdian.