JAKARTA - Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari diboyong ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada pagi ini, Selasa, 10 Maret. Ia dibawa petugas setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin malam.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi para pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Salah satunya Bupati Rejang Lebong,” kata Budi melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa, 10 Maret.
Muhammad Fikri dan sejumlah pihak lainnya diketahui terbang dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, sejak pukul 06.00 WIB. Mereka diperkirakan tiba di markas komisi antirasuah sebelum siang hari untuk menentukan status hukumnya.
Informasi sementara yang dikumpulkan, Muhammad Fikri Thobari dan pihak yang diamankan dibawa petugas menggunakan pesawat. Mereka diberangkatkan dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu.
Hingga saat ini, komisi antirasuah belum mengumumkan secara rinci operasi senyap itu maupun siapa saja pihak lain yang diamankan. Tapi, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto bilang ada uang yang turut diamankan dalam operasi senyap ini.
“Ada (uang yang diamankan dalam kegiatan tersebut, red),” ungkapnya dikonfirmasi terpisah.
BACA JUGA:
Kekinian KPK punya waktu 1x24 jam untuk menetapkan status para pihak yang diamankan sesuai aturan perundangan. Pengumuman tersangka maupun konstruksi perkara akan disampaikan melalui konferensi pers.
Komisi antirasuah diketahui baru saja menggelar operasi tangkap tangan (OTT) dan menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pada pekan lalu atau Selasa, 3 Maret. Dia dijerat dengan pasal benturan kepentingan dan dugaan penerimaan gratifikasi.
Dalam kasus ini, Fadia lewat perusahaan milik keluarganya, PT Raja Nusantara Berjaya (PT RNB) diduga memonopoli proyek jasa outsourcing dan barang di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ia juga diduga menerima pemberian lain ketika menjabat.
Adapun PT Raja Nusantara Berjaya didirikan setelah Fadia menjabat atau tepatnya pada 2022 bersama suaminya, Mukhtaruddin Ashraff Abu selaku Anggota DPR RI dan Muhammad Sabiq Ashraff legislator DPRD Pemkab Lamongan yang merupakan anaknya.