JAKARTA - PT Transjakarta akan menyesuaikan jumlah armada bus yang melayani rute menuju kawasan wisata selama libur Lebaran. Langkah ini diambil karena lonjakan penumpang biasanya terjadi pada hari kedua dan ketiga Idulfitri.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan pihaknya mengantisipasi tingginya mobilitas warga ke sejumlah destinasi favorit.
"Selama libur Lebaran, biasanya yang kita antisipasi adalah permintaan atau perjalanan yang cukup banyak menuju tempat-tempat wisata. Jadi ke Ancol, Taman Mini, Ragunan, mungkin juga PIK, ini adalah nanti rute-rute yang mungkin kita akan perkuat armadanya," kata Welfizon kepada wartawan, Rabu, 4 Maret.
Ia menyebut, titik krusial yang hampir selalu dipadati pengunjung adalah kawasan Kebun Binatang Ragunan, terutama pada hari kedua dan ketiga Lebaran. Selain karena harga tiket yang terjangkau, kapasitas area wisata itu juga besar sehingga menjadi pilihan utama warga.
"Kita lagi mempelajari juga mungkin ada beberapa alternatif rute-rute direct yang nanti langsung ke Ragunan. Nanti kita akan reaktivasi, kami berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Misalnya dari koridor 13 nanti yang bisa langsung dari Ciledug bisa langsung ke Ragunan, nanti kita akan siapkan itu," ujarnya.
Selain Ragunan, penguatan armada juga akan difokuskan ke rute menuju Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, serta kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Transjakarta, lanjut Welfizon, juga mengkaji kebutuhan armada untuk rute Transjabodetabek seperti ke Alam Sutera dan Bogor. Mengingat, secara total, permintaan penumpang di semua rute saat Lebaran justru cenderung menurun karena banyak warga mudik ke luar kota.
"Sebenarnya jumlah armada kita pada saat Lebaran itu relatif demand-nya secara total semua rute itu relatif rendah. Jadi kita bisa alokasikan untuk rute-rute yang membutuhkan di tempat-tempat wisata," jelas Welfizon.
BACA JUGA:
Selain itu, Pemprov DKI juga akan menggratiskan layanan transportasi umum Transjakarta saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh layanan, termasuk koridor utama hingga rute pengumpan.
Kebijakan ini biasa diterapkan saat hari-hari besar nasional untuk mengedepankan penggunaan transportasi publik oleh masyarakat.
“Kalau kita lihat pelaksanaan layanan gratis, yaitu semua layanan Transjakarta. Jadi termasuk TransJabodetabek, terus kemudian BRT, non-BRT, itu tarifnya Rp0. Kalau Mikrotrans (Jaklingko) kan memang Rp0," urai Welfizon.
Welfizon menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam mendukung mobilitas warga saat hari besar keagamaan. Sebelumnya, layanan gratis juga diterapkan saat Natal, Imlek, hingga momentum Ramadan.