Bagikan:

JAKARTA - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membantah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa dini hari. Dia mengaku didatangi penyidik saat berada di rumah bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Pengakuan ini disampaikannya saat hendak digiring menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke Rutan KPK, Rabu, 4 Maret. Dia resmi berompi oranye setelah menjalani pemeriksaan intensif.

"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apapun yang diambil, dan pada saat penangkapan saya, mereka menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi saya tidak ada OTT apapun barang serupiah pun demi Allah nggak ada," kata Fadia kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret.

Sementara saat ditanya mengapa bersama Ahmad Luthfi, Fadia tak banyak bicara. Dirinya hanya mengaku sedang meminta izin tak hadir dalam acara Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Nggak, membahas izin bahwa saya besok nggak bisa hadir acara MBG gitu," ujar penyanyi ‘Cik Cik Bum Bum’.

Sementara saat disinggung soal dugaan pengaturan perusahaan untuk proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah, Fadia membantah dia cawe-cawe.

"Nggak, saya nggak ikut, itu bukan punya saya, saya nggak pernah ikut. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya.”

Diberitakan sebelumnya, KPK mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama orang kepercayaan dan ajudannya dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ketiganya dibawa tim dari Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pada kloter kedua, 11 orang ikut diamankan dan salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan H. M. Yulian Akbar. Belasan orang ini dibawa dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menggunakan bus dan tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Selasa malam, 3 Maret.

Operasi senyap ini disebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, termasuk tenaga outsourcing yang mengisi sejumlah dinas.

Dari kegiatan yang dilakukan, KPK menyita barang bukti elektronik (BBE) dan kendaraan roda empat. Sementara soal temuan uang, belum ada informasi yang disampaikan.