Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sejumlah temuan didapat penyidik saat menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Di antaranya ada kendaraan hingga barang bukti elektronik.

"Beberapa barang bukti ini juga memang masih dalam perjalanannya. Karena memang tim ini sedang bergerak dari Pekalongan ke Jakarta," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa malam, 3 Maret.

Budi belum memerinci soal kendaraan yang ditemukan. "Nanti kami update," tegasnya.

Sementara soal temuan duit, Budi tak bicara lebih banyak. Dia hanya mengatakan pengecekan akan dilakukan.

Adapun operasi senyap ini disebut berkaitan dengan pengadaan outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. Diduga ada upaya pengondisian.

"Ada sejumlah pengadaan yang memang dilakukan di dinas-dinas Pemkab Pekalongan yang prosesnya diduga diatur, dikondisikan," jelasnya.

"Sehingga vendor atau perusahaan tertentu yang bisa masuk dan menang untuk mendeliver barang dan jasa di Pemkab Pekalongan. Termasuk pengadaan outsource itu, pengadaan tenaga pendukung pengelolaan," sambung Budi.

Hingga saat ini, KPK mengungkap ada 14 orang yang diamankan selain Fadia Arafiq. Salah satunya adalah Sekda Kabupaten Pekalongan H. M. Yulian Akbar.

Fadia diamankan bersama ajudan dan orang kepercayaannya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sedangkan 11 lainnya, termasuk H. M. Yulian Akbar bersama ASN Pemkab Pekalongan sedang dalam perjalanan menuju kantor KPK.

Nasib Fadia dan belasan orang ini kemudian akan ditentukan lewat forum gelar perkara atau ekspose pimpinan bersama kedeputian penindakan dan eksekusi. Pengumuman resmi tersangka maupun konstruksi perkara bakal disampaikan melalui konferensi pers.