JAKARTA - Gedung Putih pada Hari Kamis mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbuka untuk dialog dengan Korea Utara "tanpa prasyarat apa pun" menyusul pernyataan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan kesediaan Pyongyang menjalin hubungan dengan Washington jika kebijakan bermusuhan dihentikan.
Berbicara dalam Kongres Partai Buruh yang berkuasa belum lama ini, Pemimpin Kim mengatakan Pyongyang "tidak punya alasan untuk tidak bergaul dengan AS" jika Washington menarik kebijakan bermusuhannya, mencatat prospek hubungan AS-Korea Utara "sepenuhnya bergantung pada sikap AS," menurut media pemerintah Korea Utara.
"Presiden Trump pada masa jabatan pertamanya mengadakan tiga pertemuan puncak bersejarah dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang menstabilkan Semenanjung Korea," kata seorang pejabat Gedung Putih menanggapi permintaan komentar dari Kantor Berita Yonhap, melansir The Korea Times (27/2).
"Kebijakan AS terhadap Korea Utara tidak berubah. Presiden Trump tetap terbuka untuk berbicara dengan Kim Jong-un tanpa prasyarat apa pun," tambah pejabat itu.
Pemimpin Kim telah membuka pintu untuk dimulainya kembali diplomasi dengan AS di tengah spekulasi Presiden Trump dapat berupaya untuk mengadakan pembicaraan dengan kedua pemimpin ketika Ia mengunjungi China mulai akhir bulan depan hingga awal April.
BACA JUGA:
Diketahui, Presiden Trump telah mengadakan tiga pertemuan tatap muka dengan Pemimpin Kim selama masa jabatan pertamanya: pertemuan pertama di Singapura pada Juni 2018, yang kedua di Hanoi pada Februari 2019, dan yang ketiga di kawasan perbatasan antar-Korea Panmunjom pada Juni 2019.