JAKARTA - Delegasi Amerika Serikat dan Ukraina menyelesaikan pembicaraan untuk membahas upaya-upaya selanjutnya guna mengakhiri perang dengan Rusia yang sudah berlangsung selama empat tahun pada Hari Kamis, sementara Moskow memberi sinyal bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menandatangani kesepakatan.
Seorang reporter AFP melihat delegasi AS meninggalkan Hotel des Bergues di Jenewa, tempat pembicaraan berlangsung, dan kantor berita Swiss ATS-Keystone menerbitkan foto negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, saat meninggalkan hotel.
Kyiv mengatakan satu-satunya cara untuk memecahkan kebuntuan adalah pertemuan para pemimpin antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky, dan bahwa mereka bertujuan untuk meletakkan dasar bagi pertemuan puncak tersebut selama pembicaraan pada Hari Kamis.
"Hari ini di Jenewa kami melanjutkan pekerjaan kami dalam kerangka proses negosiasi. Pertemuan bilateral dengan delegasi Amerika telah dimulai dengan Steve Witkoff dan Jared Kushner," kata negosiator Ukraina Umerov, seperti Al Arabiya dari AFP (27/2).
Ukraina bertujuan untuk "menyelaraskan posisi" dengan AS menjelang pembicaraan trilateral baru pada bulan Maret, tambahnya.
Negosiator Rusia Kirill Dmitriev hadir di tempat pembicaraan di Jenewa pada hari Kamis, meskipun tidak ada indikasi ia bertemu dengan pihak Ukraina, menurut media pemerintah Rusia.
Dmitriev menolak berkomentar ketika disapa oleh media setelah meninggalkan perundingan, menurut sebuah video yang beredar di media pro-Kremlin.
Sementara itu, Rusia, yang telah memberi sinyal tidak akan mengalah pada tuntutan mereka untuk kendali penuh atas wilayah Donetsk timur Ukraina, mengatakan pada Hari Kamis, masih terlalu dini untuk memperkirakan kapan kesepakatan akan terjadi.
"Apakah Anda mendengar sesuatu dari kami tentang tenggat waktu? Kami tidak memiliki tenggat waktu, kami memiliki tugas. Kami sedang menyelesaikannya," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kepada media pemerintah.
Diketahui, Presiden AS Donald Trump mendorong diakhirinya konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II, tetapi sejauh ini gagal menengahi kesepakatan apa pun antara Moskow dan Kyiv.
Putaran negosiasi sebelumnya yang dipimpin AS antara pejabat Rusia dan Ukraina di Jenewa dan Abu Dhabi telah gagal menghasilkan kompromi, termasuk pada poin penting yaitu wilayah.
BACA JUGA:
Rusia dan Ukraina secara rutin bertukar jenazah prajurit yang tewas, salah satu dari sedikit bidang kerja sama antara negara-negara yang bertikai.
Pembicaraan antara Moskow dan Kyiv tetap buntu mengenai nasib Donbas, wilayah industri di Ukraina timur yang telah menjadi pusat pertempuran.
Rusia berupaya untuk menguasai sepenuhnya wilayah Donetsk timur Ukraina, dan telah mengancam akan merebutnya dengan kekerasan jika Kyiv tidak menyerah di meja perundingan.
Namun Ukraina menolak tuntutan tersebut dan memberi sinyal mereka tidak akan menandatangani kesepakatan tanpa jaminan keamanan yang mencegah Rusia melakukan invasi lagi.