Bagikan:

JAKARTA - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi menggencarkan penertiban gelandangan, pengemis, dan anak jalanan yang kerap terlihat di sejumlah titik keramaian, terutama menjelang waktu berbuka puasa selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Dinsos Kota Jambi Yunita Indrawati mengatakan selama Ramadan aktivitas gelandangan dan pengemis cenderung meningkat. Hal tersebut berpotensi mengganggu ketertiban dan membahayakan keselamatan, khususnya bagi anak-anak di jalan raya.

Untuk itu, pihaknya rutin melakukan patroli untuk memastikan kota tetap aman dan nyaman selama bulan Ramadhan, termasuk menertibkan gelandangan.

"Selain menjaga ketertiban umum, yang paling penting adalah melindungi anak-anak dari risiko kekerasan atau eksploitasi. Kami ingin memastikan mereka tidak berada di jalanan," ucapnya , di Jambi, Rabu, disitat Antara.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinsos, lokasi-lokasi seperti lampu merah, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan menjadi titik konsentrasi mereka.

Dalam razia yang telah dilakukan, Yunita mengungkapkan sebanyak 19 gelandangan dan pengemis telah diamankan.

Mereka yang terjaring langsung dibawa ke kantor Dinsos untuk mendapatkan pembinaan, edukasi, dan pendataan lebih lanjut. Bagi yang terindikasi mengalami eksploitasi, terutama anak-anak di bawah umur, penanganan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sedangkan untuk mengatasi masalah ini secara lebih efektif, Dinsos mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang langsung kepada gelandangan dan pengemis di jalan. Menurutnya, kebiasaan memberi uang secara langsung tersebut hanya akan memperburuk situasi dan meningkatkan jumlah anak jalanan baru.

Sebagai alternatif, Yunita mengajak warga Kota Jambi untuk menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi yang dapat memastikan bantuan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.

“Ramadan adalah bulan berbagi, namun mari kita berbagi dengan cara yang bijak agar masalah sosial tidak semakin berlarut-larut,” tuturnya.