JAKARTA - KBRI Beograd berpartisipasi dalam International Tourism Fair (ITF) ke-47 yang digelar pada 19 hingga 22 Februari guna mempromosikan berbagai destinasi pariwisata di Indonesia.
"Partisipasi dalam ITF ke-47 ini, selain dimaksudkan untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi wisata di Kawasan Eropa Tengah dan Selatan, juga merupakan kesempatan baik untuk terus mendorong kolaborasi KBRI Beograd dengan pihak swasta dalam mendukung sektor pariwisata Indonesia," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Serbia Andreano Erwin, dalam keterangan tertulis seperti dikutip (24/2).
ITF ke-47 yang dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Serbia Prof. Dr. Đuro Macut diikuti oleh lebih dari 350 eksibitor dari 18 negara. Paviliun Indonesia yang menempati area utama hall eksibisi menjadi salah satu daya tarik utama.
Hasil kolaborasi KBRI Beograd dengan empat perusahaan agen perjalanan; Indoreisen Travel, Asvinia Travel, Jungle Travel, dan Disko Travel, berhasil menjual ratusan paket wisata ke Indonesia kepada wisatawan Serbia dan pengunjung dari negara tetangga di sekitar Serbia.
Dalam pameran kali ini juga KBRI berhasil memfasilitasi komitmen bisnis (B2B) antara agensi perjalanan di Serbia dengan agensi perjalanan Indonesia, menarik minat perusahaan Serbia untuk merekrut tenaga kerja Indonesia di sektor hospitality termasuk hotel dan restoran.
Peningkatan kerja sama ini didukung oleh tren positif jumlah kunjungan turis Serbia ke Indonesia yang melonjak dari 3.727 pada tahun 2023, menjadi sekitar 5.000-an wisatawan pada tahun 2025 berdasarkan data BPS RI.
BACA JUGA:
Paviliun Indonesia juga menyajikan produk khas Indonesia seperti kopi dan makanan ringan untuk dinikmati oleh pengunjung. Ini semakin menarik dengan penampilan ragam tarian tradisional oleh Sanggar Tari Bidadari di bawah binaan KBRI Beograd.
Diketahui, ITF ke-47 ini merupakan rangkaian kegiatan besar Pemerintah Serbia menuju pelaksanaan Expo 2027 di Beograd yang diproyeksikan akan memberikan dorongan masif bagi lonjakan pariwisata dan industri perhotelan.
"Adanya tanggapan masyarakat Serbia yang positif sepanjang pameran, membuktikan bahwa tujuan wisata ke Indonesia, sekalipun secara geografis lokasinya jauh dari Serbia, namun masih menjadi daya tarik khusus untuk dikunjungi," ujar Dubes Andreano.