Bagikan:

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingatkan masyarakat setempat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, beberapa hari ke depan.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, hal itu merujuk informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di Bantul, sehingga masyarakat diimbau mewaspadai dampaknya.

Langkah-langkah kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, di antaranyamasyarakat agar menghindari area yang berisiko seperti menjauhi pohon besar, papan reklame, dan bangunan rapuh saat hujan disertai angin kencang.

"Sedangkan bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit, waspada banjir dan longsor dengan meningkatkan kesiapsiagaan jika hujan turun lebih dari satu jam tanpa henti," katanya.

Dia mengatakanmasyarakat juga menjaga keamanan listrik di rumah dengan mencabut perangkat elektronik jika petir mulai mendekat, dan segera matikan aliran listrik jika air masuk ke dalam rumah.

"Ketika berkendara, hindari memaksakan berkendara saat jarak pandang terbatas akibat hujan lebat. Cari tempat berteduh yang aman, bukan di bawa jembatan layang atau pohon," katanya.

Data Pusdalops BPBD Bantul menyebutkancuaca ekstrem pada Rabu (18/2) mengakibatkan kejadian pohon tumbang di 85 titik, yang tersebar di 15 kecamatan, kemudian angin kencang di tujuh lokasi tersebar di lima kecamatan.

"Dampak kejadian terutama paling banyak akses jalan di 24 lokasi, rumah 36 lokasi dan termasuk korban luka karena kejatuhan pohon dan mungkin dari rumah yang terdampak. Dan masyarakat korban bencana baik luka dan perawatan ada bantuan dari pemerintah," kata Sekretaris Daerah Bantul Agus Budiraharja.