JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan pasukan Indonesia yang akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) tidak akan melakukan operasi militer, perlucutan senjata dan demiliterisasi selama menjalankan misinya di Jalur Gaza, Palestina.
Berbicara dalam keterangan pers di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat waktu setempat, Menlu Sugiono mengatakan "petunjuk pelaksanaan dari mandat ISF mengizinkan negara-negara yang berpartisipasi untuk memberikan atau menyumbangkan pasukannya di ISF, untuk memberikan satu batasan yang lebih rigid dari pada apa yang sudah dikeluarkan lewat Resolusi Dewan Keamanan (PBB)."
"Artinya, kita memilik kesempatan untuk menyampaikan yang menjadi national caveats (batasan keterlibatan pasukan Indonesia) kita, sudah kita sampaikan ke ISF. Kita tidak melakukan operasi militer, kita tidak melakukan perlucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi," tegas Menlu RI dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2)
"Apa yang kita lakukan menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak, terlibat dalam upaya kemanusiaan di sana dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rules of engagement, yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri," tambahnya.
Mengenai penunjukan Indonesia sebagai Deputy Commander ISF Menlu Sugiono menerangkan, Indonesia mendapat kepercayaan dan kehormatan sebagai Deputy Commander bidang operasi. Dijelaskannya, selain Forces Commander ISF yang dipegang oleh Amerika Serikat, ada tiga deputy commander.
"Ini suatu kehormatan dan penghargaan terhadap track record indonesia, reputasi prajurit indonesia di berbagai medan penjaga perdamaian dan saya kira kedudukan ini akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF," jelasnya.
Menlu Sugiono menekankan kepercayaan tersebut tidak ada hubungannya dengan ada atau tidaknya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel.
Menurutnya, ISF adalah pasukan "yang mendapat mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur, yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi."
Mengenai rencana pengiriman pasukan, ia mengatakan akan dilakukan secara bertahap, namun mengatakan belum ada detail lebih lanjut.
BACA JUGA:
"Kurang lebih ada lima sektor, diperkirakan pasukan (dari sejumlah negara) yang ada di sana 20 ribu atau mungkin lebih di seluruh sektor, tapi ini sifatnya progresif," tandasnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington D.C pada Hari Kamis mengatakan kesiapan Indonesia mengirimkan sedikitnya 8.000 pasukan untuk bergabung dengan ISF.
Pengerahan ISF seiring dengan dimulainya fase kedua perdamaian di Gaza yang diumumkan bulan lalu. Pengiriman ISF juga disebutkan dalam Poin 7 Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, di mana ISF bertugas untuk menstabilkan keamanan, mengamankan koridor kemanusiaan hingga perlucutan senjata secara permanen dari kelompok bersenjata non-negara.