JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan groundbreaking revitalisasi Taman Semanggi. Taman ini kelak akan menjadi salah satu etalase baru warga Jakarta untuk berkegiatan maupun berinteraksi.
Selama ini, Taman Semanggi tidak memiliki ruang parkir bagi pengunjung. Lalu, apakah setelah revitalisasi akan ada penambahan lokasi parkir? Hal ini direspons oleh Pramono.
"Apakah ada tempat parkir atau tidak? Di taman ini yang 6 hektare tidak ada tempat parkir," kata Pramono di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari.
Meski tak ada area parkir khusus, Pramono menilai warga yang akan berkegiatan di Taman Semanggi pascarevitalisasi bisa memarkirkan kendaraan di gedung-gedung yang berada di Jalan Jenderal Sudirman maupun Jalan Gatot Subroto, utamanya yang berada di sekitar kawasan Semanggi.
"Di mana parkirnya? Kiri kanan ini pasti nanti akan berkembang, di Thamrin, kemudian nanti Plaza Semanggi, kemudian di BRI dan sebagainya. Tapi yang jelas di tempat ini tidak ada tempat parkir," ucap Pramono.
Pramono menargetkan revitalisasi Taman Semanggi bisa selesai pada HUT Kota Jakarta yang menyentuh 500 tahun. Pramono mengakui biaya revitalisasi taman peninggalan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini membutuhkan biaya lebih dari seratus miliar. Namun, pembangunannya tak menggunakan APBD.
"Mudah-mudahan tanggal 22 Juni tahun 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang menjadi lebih baik, yang namanya adalah Semanggi. Tempat ini untuk pembangunannya membutuhkan biaya kurang lebih Rp134 miliar rupiah. Itu sepenuhnya bukan dari APBD," tutur di.
Skema kerja sama dilakukan dengan pihak swasta sebagai mitra pengembang. Sebagai kompensasi investasi, mitra akan mengelola kawasan itu selama kurang lebih 10 tahun, ditambah masa pembangunan satu setengah tahun pada taman dengan luas sekitar 6 hektare tersebut.
"Mitra kami, mereka akan mengelola tempat ini kurang lebih 10 tahun, ditambah dengan pembangunan satu setengah tahun, jadi 11,5 tahun," jelasnya.
BACA JUGA:
Selain itu, Pramono mengulas, kawasan Semanggi merupakan gagasan Presiden pertama RI Soekarno pada 1962. Empat helai daun semanggi kala itu merepresentasikan fungsi, konektivitas, transformasi, serta estetika dan kehidupan.
Revitalisasi kali ini, kata dia, ingin menghadirkan kembali gagasan tersebut agar tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta saat ini. Konsep yang diusung meliputi regenerasi ide, keterhubungan (reconnection), dan pengaktifan ruang (reactivation).
"Tempat ini nanti akan terhubungkan menjadi lebih mudah, lebih baik, di taman yang kurang lebih 6 hektare," ucap Pramono.
"Tetapi yang paling penting saya sudah menyampaikan, ini tidak mengganggu lalu lintas yang ada. Karena bagaimanapun ini adalah transportasi utama di Jakarta, etalase utamanya Jakarta," lanjutnya.