Bagikan:

JAKARTA - Gojek memblokir permanen penumpang asusila yang sempat menaiki taksi daring tersebut di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/2) malam.

"Berdasarkan investigasi tersebut, terbukti penumpang melakukan pelanggaran, akun penumpang tersebut telah kami lakukansuspendatau pemblokiran permanen," kata Head of Corporate Affairs ODSRosel Lavina dalam keterangannya dilansir ANTARA, Jumat, 13 Februari.

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi lanjutan terkait laporan tindak asusila yang dilakukan oleh penumpang di salah satu armada GoCar.

Menurut dia, langkah tegas itu penting agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan ekosistem Gojek senantiasa aman dan bebas dari tindak asusila maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya.

"Melalui kesempatan ini, kami juga mengimbau kepada mitradriveruntuk dapat melaporkan adanya pelanggaran melalui kanal resmi, salah satunya halaman bantuan di aplikasi Gojek Driver," tuturRosel.

Dalam situasi darurat, kata dia, mitra sopir (driver) maupun pelanggan dapat menggunakan tombol darurat pada aplikasi, yang terhubung langsung dengan Unit Darurat/Satgas Gojek yang siap merespon 24 jam untuk memberikan bantuan.

"Gojek berkomitmen menghadirkan ekosistem yang aman untuk pelanggan maupun mitradriver. Hal ini diwujudkan lewat serangkaian langkah preventif serta penindakan yang tegas atas pelaku pelanggaran," ungkap Rosel.

Polisi menyelidiki kasus dugaan tindakan asusilaoleh sepasang muda mudi yang menaiki taksi daring tersebut di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/2) malam.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pasangan itu, dengan berkoordinasi bersama sopir taksi daring tersebut. Karena suasana di lokasi saat itu gelap, maka identitas pelaku belum dapat dipastikan.

Sebelumnya, viral di media sosial sepasang penumpang yang diduga berbuat asusila di dalam mobil taksi daring. Sopir pun menegur keras pasangan tersebut di dalam mobilnya.