JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantasstuntingdan kemiskinan, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pidato Peresmian danGroundbreaking1.179 SPPG serta Peresian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Presiden Prabowo menyatakan kebijakan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurut presiden, program tersebut dirancang untuk mengatasistuntingyang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Ia menjelaskanstuntingmerupakan kondisi kekurangan gizi yang berdampak pada perkembangan sel tubuh, termasuk sel otak, tulang, dan otot anak.
"Jadistuntingakibat juga dari proses pemiskinan, proyek pemiskinan rakyat Indonesia.Stuntingwaktu itu 25 persen dari anak-anak kita. Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa hanya dengan kata-kata, hanya dengan program-program indah," ujar Presiden dilansir ANTARA, Jumat, 13 Februari.
Presiden Prabowo menyampaikan pemerintah memilih pendekatan intervensi langsung kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat lanjut usia yang tidak mampu. Ia menegaskan kebijakan serupa juga telah diterapkan oleh puluhan negara di dunia.
Sebagai contoh, Presiden menyinggung keberhasilan program pemberian makan gratis di India yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Padahal menurut dia, pendapatan per-kapita India hanya setengah dari Indonesia.
BACA JUGA:
Selain itu, program tersebut juga telah memiliki payung hukum kuat dan menjangkau ratusan juta masyarakat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menanggapi kritik yang menyebut program tersebut sebagai pemborosan anggaran negara.
Ia menilai tudingan tersebut sebagai bentuk kampanye negatif yang tidak mempertimbangkan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Negara menekankan, pendanaan program makan bergizi gratis berasal dari hasil efisiensi anggaran negara.
Pemerintah melakukan penghematan terhadap berbagai kegiatan yang dinilai kurang produktif, termasuk rapat, seminar, maupun perjalanan dinas yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Uang ini adalah hasil penghematan. Hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi. Akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi," tegasnya.