Bagikan:

JAKARTA - Negara-negara anggota forum kerja sama ekonomi BRICS tidak pernah mengarahkan upaya bersama mereka melawan siapa pun, tetapi di tengah reformasi mendasar asosiasi tersebut, mereka sedang membahas bagaimana melindungi diri dari diskriminasi Barat dan membangun rantai pasokan yang bebas dari keinginan dan kehendak rekan-rekan Barat mereka.

Hal Tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia.

Menteri Luar Negeri mencatat negara-negara Uni Eropa, yang sekarang "mengeluh" atas harga energi yang tinggi, telah berusaha menciptakan kesulitan bagi orang lain tetapi malah mendapati diri mereka dalam situasi yang sulit.

"Tetapi BRICS tidak bekerja melawan siapa pun," katanya, melansir TASS (12/2).

"BRICS sedang membahas bagaimana melindungi diri dari sanksi dan diskriminasi Barat, bagaimana membangun rantai pasokan energi bersama yang bebas dari keinginan dan kehendak rekan-rekan Barat kita," urai Menlu Lavrov.

Diplomat utama Moskow itu mengatakan Rusia sepenuhnya menyadari perlunya mengembangkan rantai pasokan, rute, dan infrastruktur terkait.

"Rute kereta api lintas batas untuk kargo kontainer telah diuji coba melalui perusahaan milik negara Russian Railways dalam kerangka Dewan Bisnis BRICS," jelas Menlu Lavrov.

"Platform Penelitian Energi BRICS (inisiatif bersama yang dirancang untuk memperkuat keamanan energi), yang didirikan sebelumnya, tetap beroperasi. Dan kami tidak ragu bahwa tahun ini akan membawa hasil nyata tambahan di bidang ini. Namun, ini membutuhkan upaya besar untuk mereformasi seluruh kerangka energi negara-negara BRICS," Menlu Lavrov menyimpulkan.