Bagikan:

BANDARLAMPUNG - Kepolisian Resor Kota Bandarlampung menyelidiki kasus penemuan mayat terbungkus plastik yang bagian wajahnyadilakbandi salah satu penginapan atau tempat kos di Kecamatan Labuhan Ratu, Bandarlampung, akhir pekan lalu.

"Berdasarkan rekaman CCTV, korban hanya bertemu dengan ibu kos dan seseorang yang mengantar ibu kos di penginapan tersebut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung Komisaris Polisi Gigih Andri Putranto dilansir ANTARA, Senin, 9 Februari.

Saat ini, kata Gigih, penyidik Polresta Bandarlampung sedang melakukan serangkaian penyidikan dan meminta keterangan sejumlah saksiuntuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut.

"Termasuk kami juga terus mendalami gambar-gambar pada CCTV saat korban masuk ke penginapan tersebut pada Kamis (5/2). Termasuk melakukan pencarian terhadap seseorang yang mengantar ibu kos," katanya.

Gigih menyampaikanpihaknya sudahmengamankan barang bukti milik korban, seperti telepon genggam dan dompet berisi uang.

"Dompet danhandphonekorban kami amankan untuk kepentingan penyidikan. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan forensik dan otopsi untuk mendapatkan kesimpulan soal penyebab kematian korban," katanya.

Ia menambahkan penyidik juga masih mendalami tujuan korban, yang diketahui merupakan warga Tangerang, Banten, datang ke Kota Bandarlampung.

"Jadi, berdasarkan informasi keluarga korban, yang bersangkutan terakhir berkomunikasi melalui WhatsApp grup. Sementara itu, setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, jenazah korban pada Minggu (8/2) sudah dilakukan kremasi," katanya.

Sebelumnya, pada Sabtu (7/2), warga Kecamatan Labuhan, Kota Bandarlampung, dihebohkan dengan penemuan mayat terbungkus plastik yang bagian wajahnya dilakban di sebuah kos-kosan di Jalan Untung Suropati.

Berdasarkan keterangan polisi, mayat tersebut merupakan warga Tanggerang, Provinsi Banten, bernama Hindradjaja, berusia 61 tahun.