Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan sejumlah pihak diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis, 5 Februari kemarin. Mereka kekinian sedang menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Hal ini disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto saat dikonfirmasi perihal kabar yang menyebut OTT tidak hanya menjerat Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, Bambang Setyawan, tetapi juga Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta hingga juru sita.

"Pastinya ada beberapa orang dari PN dan pihak swasta yang dibawa ke Gedung Merah Putih," kata Setyo kepada wartawan, Jumat, 6 Februari.

Meski begitu, mantan Direktur Penyidikan KPK itu tak mau memerinci identitas lengkap para pihak yang diamankan tersebut.

Setyo minta publik menunggu pengumuman resmi terkait status hukum dan detail kronologis yang akan disampaikan oleh juru bicara lembaga antirasuah.

"Detailnya nanti dari jubir," tegas dia.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan ada perpindahan uang dari pihak swasta ke aparat penegak hukum. Tapi, ia belum mau bicara banyak perihal peristiwa yang berujung penangkapan tersebut.

“Telah terjadi penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan, nanti kita lihat ya, ada delivery ya, apakah nanti itu bentuknya penyuapan atau pemerasan,” kata Asep kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari malam.

“Tapi, yang jelas ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada pihak aparat penegak hukum ya,” sambungnya.

Sebagai informasi, KPK baru saja menggelar dua operasi senyap pada pekan ini, yakni terkait suap retribusi pajak dan pemberian uang terkait importasi di Ditjen Bea dan Cukai (DJBC).

Operasi tangkap tangan terkait suap retribusi dilakukan di wilayah Kalimantan Selatan menyasar KPP Madya Banjarmasin. Tiga orang sudah ditetapkn sebagai tersangka, yakni Mulyono selaku Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono; Dian Jaya Demega selaku fiskus yang menjadi anggota Tim Pemeriksa dari KPP Madya Banjarmasin dan Venasius Jenarus Gengger atau Venzo sebagai Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti (BKB).

Sementara untuk OTT DJBC enam orang ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap dan gratifikasi terkait impor. Salah satunya, Rizal yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyidikan dan Penindakan (P2) DJBC Kemenkeu.