JAKARTA — Pertemuan Presiden dengan para pemuka Islam berujung pada satu kesimpulan. Kebijakan pemerintah, termasuk posisi di Board of Peace (BoP), dipahami dan diterima peserta. Tokoh Muhammadiyah Muhadjir Effendy menyebut penjelasan Presiden Prabowo lugas dan menepis anggapan Indonesia mengendur dalam isu Palestina.
Menurut Muhadjir, pertemuan itu bagian dari forum periodik. Presiden menyampaikan visi ke depan, capaian yang sudah berjalan, serta agenda restrukturisasi dan redistribusi kekayaan alam sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Fokusnya tetap pada kepentingan rakyat.
Soal BoP, ia menilai penjelasan Presiden mempertegas bahwa Indonesia tidak bergeser dari dukungan terhadap Palestina dan solusi dua negara.
“Jangan dipahami Presiden mengabaikan keberpihakan pada Palestina. Itu tetap beliau sampaikan,” katanya usai pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Febrari.
Muhadjir menyebut tidak ada perdebatan keras. Pertanyaan yang muncul justru membuka ruang klarifikasi lebih rinci. Ia menilai para tokoh agama memahami logika kebijakan yang dijelaskan Presiden.
“Sepanjang yang saya pahami, semua sepakat,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, peserta memberi penguatan agar Presiden tetap berpegang pada Pembukaan UUD 1945. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dukungan itu dibarengi pesan agar kebijakan luar negeri tetap selaras dengan kepentingan rakyat dan prinsip konstitusi.