JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai sesumbar dirinya satu-satunya menteri yang mengharamkan bawahannya memberi uang kepada dirinya.
Hal itu dikatakan Pigai saat rapat bersama Komisi III DPR RI yang membahas program kerja dan anggaran kementeriannya di gedung DPR, Jakarta, Senin, 2 Februari.
Menurut Pigai, penolakan terhadap praktik korupsi merupakan bagian dari kinerja Kementerian HAM.
"Ada beberapa hal yang kita sudah lakukan, saya tidak perlu menyampaikan satu persatu, tapi cukup ini sebagai gambaran untuk melihat kembali apakah kementerian HAM bekerja," ujar Pigai.
Pigai mengungkapkan, sebelum ia memimpin Kementerian HAM, data layanan pengaduan yang masuk tidak lebih dari 100 kasus. Namun saat ia menjabat, ada lebih dari 1.000 pengaduan dari masyarakat terkait kasus HAM.
"Data yang masuk ke kementerian HAM, layanan pengaduan yang masuk dulu tidak lebih dari 100 kasus pengaduan. Hari ini data terakhir adalah 1.372 pengaduan yang diterima dari pengaduan tersebut, 939 pengaduan kami telah tangani dan telah merekomendasikan ke kementerian dan lembaga, 433 sedang dilakukan analisis," ungkapnya.
Menurut Pigai, peningkatan data ini merupakan bukti kepercayaan masyarakat terhadap kinerja lembaganya.
"Jadi peningkatan jumlah pengaduan ini juga menjadi sebuah kepercayaan terhadap kementerian HAM, sebagai salah satu terminal tempat pengaduan bagi mereka yang membutuhkan mencari keadilannya," kata mantan aktivis HAM tersebut.
Pigai pun menjamin Kementerian HAM adalah salah satu lembaga yang menolak keras praktik korupsi. Bahkan ia menyebut haram hukumnya jika staf memberikan uang kepada menteri.
"Saya satu-satunya menteri sejauh yang saya pahami, saya haramkan pemberian uang dari staf ke saya," tegas Pigai.
Komitmen tersebut, kata Pigai, sudah ia buktikan selama satu setengah tahun ia menjadi menteri di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Haram Pak hukumnya haram, saya Kristen, tapi saya menggunakan haram karena bahasa Arab itu bahasa Tuhan. Tuhan yang menciptakan manusia," katanya.
"Jadi saya adalah ini di depan semua pejabat saya ngomong, mengharamkan staf memberi saya uang. Oleh karena itu yang ada angka angka dan yang lain biarlah ibu Sekjen aja yang ngomong ya," pungkas Pigai.