JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 206 orang warga Desa Tambak, Indramayu, Jawa Barat mengungsi karena banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa ratusan orang warga tersebut mengungsi secara mandiri dan tetap dalam pendampingan tim petugas gabungan Indramayu per Kamis 29 Januari.
"Evakuasi mandiri dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi pengungsian di tiga titik," kata dia dalam laporan yang diterima di Jakarta disitat Antara.
Pusdalops BNPB mengonfirmasi ratusan warga tersebut merupakan bagian dari total 2.724 orang warga terdampak banjir yang dipicu tingginya intensitas hujan mengguyur Indramayu dan beberapa daerah lain di Jawa Barat sejak Selasa 27 Januari.
Abdul memastikan bahwa meski banjir sudah mulai surut dengan ketinggian muka air terkini 30-90 centimeter, namun petugas tetap memberikan penanganan yang maksimal.
Dalam hal ini dikhususkan pada hal-hal krusial yakni pemenuhan kebutuhan dasar seperti bantuan logistik permakanan, perlengkapan pengungsian, hingga normalisasi saluran drainase.
"Tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim hujan dan senantiasa memantau informasi resmi dari sumber terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG," katanya.