Bagikan:

JAKARTA - Pembangunan Stasiun MRT Thamrin dan Stasiun MRT Monas sebagai bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A Paket Kontrak 201 (CP 201) masih terus berlangsung. Seiring dengan pekerjaan konstruksi tersebut, PT MRT Jakarta (Perseroda) kembali menerapkan rekayasa lalu lintas lanjutan di sejumlah ruas Jalan M.H. Thamrin dan kawasan sekitarnya.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo mengatakan, rekayasa lalu lintas diperlukan untuk mendukung pekerjaan konstruksi pintu masuk stasiun, menara ventilasi, hingga pengembalian kondisi trotoar dan pedestrian.

Rendy menjelaskan, untuk mendukung pekerjaan konstruksi CP 201, PT MRT Jakarta bersama Shimizu–Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana akan melakukan pengaturan lalu lintas secara bertahap selama masa konstruksi.

Sejumlah pekerjaan yang dilakukan berada di sekitar area Stasiun MRT Thamrin dan Stasiun MRT Monas. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan entrance, menara ventilasi, serta pengembalian kondisi jalan dan pedestrian.

"Pekerjaan yang dilakukan antara lain pekerjaan konstruksi pintu masuk dan menara ventilasi Stasiun MRT Thamrin sisi timur dan barat, serta pekerjaan pengembalian kondisi," kata Rendy dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari.

Salah satu rekayasa lalu lintas yang diterapkan adalah perpanjangan pengaturan lalu lintas Stasiun MRT Thamrin yang berlangsung pada 16 Januari hingga 8 Februari 2026. Rekayasa ini dilakukan untuk mengakomodasi pekerjaan di area Entrance 5 dan Entrance 3 di persimpangan Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Kebon Sirih.

Pada tahap tersebut, arus lalu lintas di sisi timur dan barat Jalan M.H. Thamrin akan mengalami penggeseran menuju median jalan, dengan tetap mempertahankan tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur bersama bus Transjakarta.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sisi utara Stasiun MRT Bundaran HI untuk pekerjaan pengembalian kondisi dan peningkatan trotoar yang berlangsung dari 17 Januari hingga 31 Mei 2026. Dalam tahap ini, pagar konstruksi dipindahkan dari median ke area trotoar di sisi timur dan barat jalan.

Tahapan berikutnya adalah rekayasa lalu lintas untuk pekerjaan pengembalian pedestrian segmen Wahid Hasyim–Stasiun Thamrin yang dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Pekerjaan ini mencakup kedua sisi Jalan M.H. Thamrin, baik arah Blok M maupun arah Kota.

Memasuki Februari hingga Maret 2026, PT MRT Jakarta juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk persiapan konstruksi Entrance 10 dan fire access di median Jalan M.H. Thamrin. Rekayasa ini berlangsung lebih panjang, yakni hingga November 2026.

Di luar Jalan M.H. Thamrin, rekayasa lalu lintas juga diterapkan di Jalan Budi Kemuliaan sisi utara, tepatnya di simpang Bundaran Air Mancur Thamrin, untuk mendukung pembangunan koridor Entrance 6 Stasiun MRT Thamrin.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung," ujar Rendy.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan dan mematuhi arahan petugas di lapangan. "Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini," lanjutnya.