JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong percepatan penyelesaian proyek MRT Jakarta hingga kawasan Kota Tua. Ia menargetkan seluruh rangkaian MRT Jakarta fase 2A dari Bundaran HI menuju Kota Tua mulai beroperasi pada 2029.
Pramono mengatakan, saat ini fokus utama Pemprov DKI adalah menuntaskan pembangunan MRT Jakarta, khususnya pada segmen lanjutan menuju Kota Tua. Dalam waktu dekat, proyek tersebut akan memasuki tahap penting.
"Sekarang ini kan konsentrasi kita sedang menyelesaikan untuk MRT. Mungkin, kalau gak minggu-minggu ini atau minggu depan, kita akan mulai groundbreaking untuk MRT yang ada di Duta Merlin untuk pekerjaan seterusnya sampai dengan Kota Tua," kata Pramono di Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari.
Pramono mengaku telah meminta jajaran manajemen MRT Jakarta agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, bahkan jika memungkinkan lebih cepat.
Pramono memaparkan, pengoperasian MRT Jakarta akan dilakukan secara bertahap. Untuk segmen Monas, ia menargetkan operasional penuh dapat dilakukan pada 2027 dan dilanjut menuju Kota Tua pada 2029.
"Kalau itu dilakukan, harapan saya, dan saya sudah meminta kepada Pak Dirut MRT untuk bisa on schedule atau lebih baik," ujarnya.
Selain MRT, Pramono juga menyinggung penataan kawasan Pasar Baru yang akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Monas dan sekitarnya. Menurut dia, pengembangan Pasar Baru akan dilakukan setelah pembangunan MRT di kawasan tersebut rampung, bahkan sebagian pekerjaan bisa dimulai lebih awal.
"Nah, bagaimana dengan Pasar Baru? Karena Pasar Baru nanti pengembangan dari TOD Monas, maka setelah itu selesai, bahkan sebelumnya pasti akan kita kerjakan," ungkap Pramono.
"Jadi, di pertengahan tahun ini malah kita rapikan dan kita kerjakan untuk Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan juga Kota Tua," lanjutnya.
Di sisi lain, Pemprov DKI akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP 203 mulai 10 Januari 2026. Pengaturan lalu lintas ini dilakukan untuk mendukung kelanjutan pekerjaan konstruksi stasiun bawah tanah dan terowongan di segmen Kota–Glodok.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo menjelaskan, CP 203 merupakan salah satu paket pekerjaan utama pada Fase 2A yang mencakup pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota, serta terowongan sepanjang 690 meter dengan total jalur sekitar 1,4 kilometer dari Mangga Besar hingga Kota Tua.
"Terhitung mulai 10 Januari 2026 akan dilaksanakan rekayasa lalu lintas pada area pembangunan MRT Jakarta CP 203. Hal ini perlu dilakukan sebagai bagian dari tahapan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta," kata Rendy.
Rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Kota berlangsung mulai 10 Januari hingga 15 Juli 2026. Area pekerjaan berlokasi di sekitar persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka.
Selain di kawasan Kota, rekayasa lalu lintas juga tetap diberlakukan di area pembangunan Stasiun Glodok dengan konfigurasi contraflow, di mana lalu lintas dua arah menggunakan Jalan Gajah Mada.
"Waktu pelaksanaan tahap ini yang semula tanggal 21 September 2025 hingga 12 Maret 2026 akan diperpanjang hingga 13 Juli 2026," ujar Rendy.