JAKARTA - Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memasuki hari ketiga. Hingga siang ini, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan penyisiran di lokasi terdampak dengan keterbatasan kondisi medan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, berdasarkan data sementara per Minggu siang, tim SAR gabungan telah menemukan sembilan korban meninggal dunia.
"Data sementara per Minggu, 25 januari pukul 12.00 WIB tim pencarian dan pertolongan (search and rescue-SAR) gabungan berhasil menemukan sembilan korban meninggal dunia," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu, 25 Januari.
Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat 23 orang dilaporkan selamat. Sementara itu, sebanyak 81 jiwa masih dalam pencarian. Dengan demikian, total korban terdampak mencapai 113 jiwa. BNPB menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diverifikasi di lapangan.
"Selain korban meninggal dunia, terdapat 23 jiwa dilaporkan selamat dan belum ditemukan 81 jiwa, sehingga total korban terdampak berjumlah 113 jiwa," ungkap Abdul Muhari.
Dari sembilan korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi, lima orang telah diserahkan kepada pihak keluarga. Adapun empat korban lainnya masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses lanjutan.
"Terhadap 9 korban meninggal yang sudah terindentifikasi, 5 korban sudah diserah terimakan kepada pihak keluarga dan 4 orang korban masih di posko disaster victim identification (DVI)," jelasnya.
BACA JUGA:
Dalam upaya pencarian, tim SAR gabungan telah mengerahkan alat berat. Namun, kondisi tanah yang masih labil menjadi kendala utama sehingga proses pencarian harus dilakukan dengan ekstra kehati-hatian untuk menghindari risiko lanjutan.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk pencarian korban serta pendataan rumah warga yang terdampak longsor.
Tanah longsor di Desa Pasir Langu terjadi setelah wilayah Kabupaten Bandung Barat diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari. Curah hujan yang terus-menerus menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh air, memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan dan lereng yang sebelumnya juga terdampak banjir.
Sebelum kejadian longsor, sejumlah wilayah di Bandung Barat dilaporkan mengalami banjir akibat luapan sungai dan sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Kondisi tersebut memperparah kestabilan lereng dan meningkatkan risiko longsor, terutama di kawasan permukiman yang berada di bawah tebing dan lereng curam.