JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 14 RT di Jakarta terendam banjir per Minggu 25 Januari pukul 08.00 WIB.
"Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 22 Januari 2026 menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta. Per pukul 08.00 WIB, BPBD mencatat saat ini terdapat 14 RT dan 1 ruas jalan tergenang," kata Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta M. Yohan dalam keterangannya, Minggu, 25 Januari.
Sejak hujan deras mengguyur Jakarta pada Kamis, 22 Januari, banjir sempat menggenangi 154 RT di Ibu Kota pada Jumat, 23 Januari. Kini, banjir mulai surut dan menyisakan 14 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Utara dengan ketinggian air mencapai 1,3 meter.
Selain karena curah hujan tinggi, wilayah yang masih terendam banjir di Jakarta Timur pagi ini juga disebabkan oleh luapan Sungai Ciliwung.
Berikut rincian banjir yang melanda 14 RT di Jakarta:
- Kelurahan Bidara Cina: 4 RT
Ketinggian: 75 s.d 130 sentimeter
- Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT
Ketinggian: 90 sentimeter
- Kelurahan Cawang: 5 RT
Ketinggian: 30 sentimeter
- Kelurahan Kapuk Muara: 1 RT
Ketinggian: 40 sentimeter
Di Jakarta Timur, warga terdampak banjir mengungsi di sejumlah lokasi. Di Kelurahan Cawang, pengungsian berada di Musholla Al Islah dengan jumlah 15 KK atau 60 jiwa, serta di Saung Lapangan Tenis RW 03 yang menampung 13 KK atau 60 jiwa.
Sementara di Kelurahan Bidara Cina, pengungsi tersebar di Aula Kelurahan Bidara Cina sebanyak 32 KK atau 107 jiwa, Gedung SKKT RW 11 sebanyak 6 KK atau 15 jiwa, serta Masjid Al Abror RW 11 dengan 12 KK atau 40 jiwa.
BACA JUGA:
Adapun di Kelurahan Kampung Melayu, pengungsi berada di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 yang menampung 46 KK atau 250 jiwa, serta di Masjid Jami Ittihadul Ikhwan dengan jumlah 18 KK atau 70 jiwa.
Kemudian di Jakarta Utara, pengungsian tercatat berada di Kelurahan Kapuk Muara. Warga mengungsi di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02 dengan jumlah sebanyak 25 KK atau 97 jiwa.
Saat ini, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," ujarnya.