Bagikan:

JAKARTA - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan negaranya telah mengirim 37 orang narapidana terafiliasi anggota kartel ke Amerika Serikat (AS).

Sheinbaum mengungkapkan pengiriman itu atas permintaan Departemen Kehakiman AS. Ia menegaskan, transfer tahanan itu merupakan keputusan Meksiko tanpa tekanan.

“Meksiko diutamakan di atas segalanya, bahkan jika mereka meminta apa pun yang harus mereka minta. Ini adalah keputusan kedaulatan,” kata Sheinbaum kepada AP dikutip dari ABC News, Sabtu 24 Januari.

Pernyataan Sheinbaum ini menanggapi banyaknya kritik terkait transfer tahanan Meksiko yang dilakukan pada Selasa 20 Januari adalah hasil dari tekanan Washington yang meningkat lantaran Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap para kartel.

Sheinbaum mengatakan bahwa meskipun transfer tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah AS, keputusan tersebut telah melalui pertimbangan Dewan Keamanan Nasional Meksiko yang lebih dahulu menganalisis apa yang "sesuai untuk Meksiko" dan dalam hal "keamanan nasionalnya."

Sheinbaum diketahui memiliki hubungan yang tidak bergejolak dengan Trump. Namun, Presiden hasil Pemilu 2024 itu disebut terpaksa menempuh jalan tengah dengan memberikan konsesi kepada pemerintah AS demi kepentingan dalam negeri maupun internasional.

Para pengamat mengatakan Pemerintah Meksiko mengeluarkan kebijakan melakukan transfer tahanan anggota kartel tersebut sebagai upaya meredam tuntutan Trump dan menunjukkan bahwa pihak berwenang di Meksiko sedang menindak kelompok-kelompok kriminal.

Sejak AS melakukan operasi militer di Venezuela berujung penculikan dan penggulingan Presiden Nicolás Maduro, ketegangan di Amerika Latin meningkat dengan para pemimpinnya menjadi gelisah.