JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan telah menyetujui kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan sekolah dari rumah atau school from home. Surat edaran telah dikeluarkan menyusul kondisi curah hujan ekstrem belakangan ini.
Hal ini disampaikan Pramono saat meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari ini, 24 Januari.
“Karena curah hujan yang ekstrem ini, kebijakan work from home dan school from home telah kami setujui, dan surat edarannya sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan serta Dinas Tenaga Kerja,” kata Pramono dikutip dari keterangan tertulis resmi Pemprov Jakarta.
Pramono lebih lanjut menyatakan sudah ada sejumlah langkah yang dilakukan untuk menghadapi hujan ekstrem di Jakarta. Di antaranya adalah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).
OMC terus dilakukan dengan intensitas minimal dua kali dan maksimal tiga kali dalam sehari sesuai kebutuhan. “Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” tegasnya.
Sedangkan untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pramono telah memerintahkan normalisasi tiga sungai utama, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama. Kemudian ia juga minta pembersihan saluran air serta mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
BACA JUGA:
“Tanpa upaya bersama, banjir berpotensi terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” ungkap mantan Menteri Sekretaris Kabinet era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini.
Sementara bagi korban terdampak banjir, Pramono bilang, Jakarta Barat menjadi yang paling parah karena kiriman air dari wilayah hulu terutama Tangerang dan Tangerang Selatan lewat Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain.
Dalam penanganan banjir di wilayah Jakarta Barat, telah dikerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung atau portable.
Selain itu, dikerahkan juga alat berat berupa 99 dump truck, 3 crane, 6 combi jetting, 59 excavator, 1 self loader, dan 1 wheel loader. Sebanyak empat unit pompa perbantuan juga dikerahkan dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara dan Jakarta Pusat untuk mempercepat penanganan banjir.
“Masyarakat berharap air segera surut. Untuk itu, saya telah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Saat ini sudah ada tambahan empat pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit,” pungkas Pramono.