Bagikan:

JAKARTA - Pemprov DKI akan menambah jumlah sekolah swasta di Jakarta yang akan masuk dalam program sekolah gratis menjadi 100 sekolah. Pada tahun 2025, Pemprov DKI telah menjalankan uji coba sekolah gratis di 40 sekolah swasta. Uji coba ini mencakup 4.932 siswa dari 142 rombongan belajar yang merupakan kelas awal atau angkatan baru.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania dalam pemaparan APBD.

"Terkait dengan sekolah gratis, kita bertambah dari 40 sekolah menjadi 100 sekolah di 2026. Jadi tidak dikurangi, bahkan bertambah menjadi 100 sekolah dan setiap tahun akan kami upayakan untuk bertambah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," kata Atika di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 21 Januari.

Atika mengakui memang terdapat pengurangan target penambahan jumlah sekolah gratis pada tahun ini. Pada Agustus 2025, Pemprov DKI memasang target program tersebut bisa menyasar 258 sekolah swasta.

Namun, kini Pemprov DKI hanya merencanakan penambahan jumlah sekolah gratis menjadi 100 sekolah. Penurunan target ini disebabkan adanya pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencakup dana bagi hasil (DBH) sebesaar Rp15 triliun.

Di mana, mulanya APBD DKI Jakarta tahun 2026 direncanakan menyentuh sekitar Rp95 triliun. Namun, karena penurunan nilai dana transfer, APBD diketok hanya menjadi Rp81,3 triliun. Pemprov DKI pun terpaksa mengurangi pagu anggaran pada sejumlah progra yang dijalankan pada tahun ini.

"Bahwa betul memang dari rencana 250-an sekolah gratis, karena ada pengurangan signifikan pada DBH, tentunya kita harus melakukan rasionalisasi dari jumlah. Jadi memang faktornya adalah karena pengurangan dari pendapatan yang berasal dari DBH," ucap Atika.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta tak mengurangi dan mempertahankan jumlah sekolah swasta yang diprioritaskan masuk dalam program sekolah gratis di Jakarta pada tahun depan.Perlengkapan sekolah

"DPRD Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan agar sekolah swasta gratis tidak dikurangi, bahkan ditingkatkan jumlahnya melebihi dari 105 sekolah sebagaimana target 2026. Target 2026 yang dibahas di Komisi E adalah 258. Ternyata hanya disetujui 105," tutur Anggota Banggar DPRD DKI Jakarta, Ramli Muhamad, beberapa waktu lalu.

Ramli menilai, kebijakan sekolah swasta gratis penting untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang belum terakomodasi di sekolah negeri.

Menurutnya, perluasan program sekolah gratis ini harus menjadi prioritas dalam alokasi anggaran pendidikan tahun depan. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) perlu mencari sumber dana tambahan agar target perluasan program bisa tercapai.

"DPRD Provinsi Jakarta meminta agar Dinas Pendidikan bersama TAPD mencari alokasi tambahan dana bagi perluasan program sekolah swasta dari 105 menjadi 258," tegasnya.