Bagikan:

JAKARTA - Sejumlah pemukiman warga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali terendam banjir pada Minggu, 18 Januari 2026.

Sebelumnya, kawasan ini juga terendam banjir pada Senin lalu, 12 Januari 2026.

Banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi hingga drainase yang ada di lokasi tak dapat menampung dan mengalirkan debit air hujan yang turun.

Purwati (50), warga Warakas V, Tanjung Priok menyesalkan atas terjadinya banjir yang melanda pemukimannya tersebut.

Pasalnya, baru saja dirinya melakukan bersih-bersih pasca banjir Senin kemarin, namun musibah tersebut kembali datang.

"Baru surut kemarin dan bersih-bersih, rumah kembali terendam," ujar Purwati kepada wartawan, Minggu, 18 Januari.

Purwati menyebutkan, banjir merendam seluruh bagian rumahnya dengan ketinggian sekitar 40 cm.

Padahal, kata Purwati, dirinya bersama suami baru istirahat sejenak usai membersihkan rumahnya yang kebanjiran selama 3 hari.

"Bayangin dalam seminggu kita sudah dua kali kebanjiran. Kami capek dan lelah kebanjiran terus, tolong pak gubernur," kata wanita beranak 5 tersebut.

Purwati mengatakan, banjir kali ini tidak kalah parah dari banjir sebelumnya. Genangan air mulai masuk ke dalam rumah sejak pagi setelah semalem hujan deras mengguyur.

"Saya dan suami kembali mengangkat perabot dan barang lain di dalam rumah yang belum lama dibereskan. Padahal belum hilang rasa capek habis bersih-bersih, eh sudah kebanjiran lagi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menjelaskan, pihaknya terus melakukan penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayahnya dengan mengoptimalkan mesin pompa milik Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara pada Minggu, 18 Januari 2026, siang.

"Kami melakukan pemompaan secara maksimal, seluruh pompa milik SDA dalam kondisi siaga," ujar Hendra kepada wartawan, Minggu, 18 Januari 2026.