Bagikan:

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Doel) mengajak warga yang terdampak banjir untuk pindah ke rumah susun (rusun). Hal ini diungkapkan Rano usai meninjau posko pengungsian banjir di Kelurahan Kampung Melayu dan Bidara Cina, Jakarta Timur.

"Saya tadi bilang sama si emak, 'emak udah berapa tahun (tinggal di bantaran kali)?'. Oh, sudah 30 tahun. Makanya saya bilang 'ini mau begini terus? Yuk, kita pindah deh ke rumah susun'. Kita ada rumah susun," kata Rano, Senin, 3 Maret.

Rano menyebut, Pemprov DKI tengah mempersiapkan 3 tower rumah susun di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rusun ini nantinya akan dibuka untuk warga-warga yang selama ini tinggal di bantaran sungai dan sering kebanjiran.

Meski fasilitasnya tidak selengkap apartemen, Rano memandang standar hunian di rusun sudah mencukupi bagi warga Jakarta.

"Ayo pindah ke rumah susun. Jangan mimpinya aprtemen. Kalau rumah susun semua standar sama. Tapi alhamdulillah standar rumah susun DKI bagus-bagus. Kamu kalau belum punya rumah, tinggal di rumah susun," ungkap Rano.

Lagipula, Rano menegaskan pemerintah tengah menjalankan program normalisasi Ciliwung yang mengembalikan lebar sungai seperti sedia kala. Mau tidak mau, warga yang tinggal di bantaran kali mesti pindah dari tempat tinggalnya.

"Memang kalau mau ideal memang harus besar. Cuma ini kan sudah jadi begini. Dulu Ciliwung itu 50 meter RO-nya, lebarnya. Sekarang mngkin ada yang 20, ada yang 30 (meter), enggak sama. Kalau mau, semua harus disamain," jelas Rano.

Diketahui, puluhan RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir hingga 3 meter pada Senin, 3 Maret. Penyebab banjir di kawasan tersebut yakni luapan Sungai Ciliwung.

Hujan deras di wilayah Jabodetabek sejak Minggu, 2 Maret malam mengakibatkan kenaikan tinggi muka air di Bendung Katulampa menjadi Siaga 1 pada pukul 21.30 WIB. Air hujan dari wilayah Bogor dan sekitarnya melimpas ke Jakarta sejak malam hingga pagi hari ini.