JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembongkaran tiang monorel mangkrak sekaligus penataan Jalan HR Rasuna Said rampung pada bulan September mendatang. Penataan dilakukan menyeluruh, mencakup badan jalan, trotoar, hingga sistem drainase.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, pekerjaan penataan jalan dan trotoar telah dijadwalkan hingga September. Meski demikian, Pemprov membuka peluang percepatan apabila kondisi di lapangan memungkinkan.
"Untuk penataan jalan dan trotoar secara keseluruhan itu kita schedule-kan sampai di September. Tapi ya kami upayakan kalau memang bisa dipercepat, akan kami lakukan percepatan," kata Heru di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari.
Menurut Heru, penataan tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga fungsi infrastruktur dasar, terutama drainase. Penataan saluran air dilakukan bersamaan dengan perbaikan jalan dan trotoar untuk meminimalkan potensi genangan di kawasan tersebut.
"Tentunya kami akan melakukan penataan jalan dan trotoar, dan itu sekaligus dengan penataan drainasenya. Jadi insyaallah setelah nanti jadi semua ya, ini kalau memang ada genangan sudah teralirkan ke drainase tepi jalan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan tidak ada penutupan total Jalan Rasuna Said selama proses pembongkaran tiang monorel dan penataan berlangsung. Rekayasa lalu lintas hanya dilakukan di lajur lambat.
Syafrin menjelaskan, penutupan lajur lambat dilakukan secara staging. Ketika satu segmen ditutup, arus kendaraan dari lajur cepat tetap bisa bergeser ke lajur lambat yang dibuka di depan titik pekerjaan.
Pekerjaan pembongkaran direncanakan berlangsung pada malam hari dengan target satu tiang monorel dipotong setiap malam. Hal ini mempertimbangkan kepadatan lalu lintas Jakarta yang masih tinggi hingga larut malam.
"Window time-nya itu dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00. Sehingga, through traffic-nya tetap bisa bergerak," ujar Syafrin.
Meski demikian, Dishub mengantisipasi perlambatan lalu lintas akibat rasa ingin tahu pengendara saat melintasi lokasi pekerjaan. Syafrin mengimbau pengendara tidak berhenti di sekitar area pembongkaran agar arus lalu lintas tetap lancar.
"Kami harapkan jangan sampai ada kendaraan yang kemudian berhenti pada saat dilakukan pekerjaan. Tetap bergerak agar lalu lintas di belakangnya tetap bergerak smooth," jelas Syafrin.
Pemprov DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pembongkaran ini ditandai dengan pemotongan salah satu tiang monorel yang telah terbengkalai selama lebih dari dua dekade.
Proses tersebut dilakukan bersama sejumlah pihak, mulai dari mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Patris Yusrian Jaya, hingga perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
BACA JUGA:
Secara total, Pemprov DKI mengalokasikan sekitar Rp102 miliar dalam pekerjaan ini. Sementara, biaya khusus untuk pemotongan tiang monorel hanya sebesar Rp254 juta. Lalu, sisanya digunakan untuk penataan kawasan secara menyeluruh. Penataan itu meliputi perbaikan badan jalan, saluran air, trotoar, taman, penerangan jalan umum, serta sarana pendukung lainnya di sepanjang Jalan Rasuna Said.